Wow, Sinetron Lawas Losmen Bu Broto Digarap ke Layar Lebar

Wow, Sinetron Lawas Losmen Bu Broto Digarap ke Layar Lebar


VIVA – Setelah sukses menyelesaikan produksi film Backstage, saat ini Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment tengah bersiap untuk menggarap proyek layar lebar berikutnya, yakni film berjudul Losmen Bu Broto.

Losmen Bu Broto merupakan reboot dari serial sinetron“>sinetron legendaris Losmen yang dulu dibintangi oleh Mieke Wijaya, Mang Udel, Sutopo H.S, Mathias Muchus, Ida Leman, Eeng Saptahadi dan Dewi Yull. Serial yang diciptakan oleh Tatiek Maliyati dan Wahyu Sihombing itu sangat populer pada tahun 80-an.

Pada saat konferensi pers secara virtual mengenai film Losmen Bu Broto ini, diumumkan bahwa aktor senior Mathias Muchus akan berperan sebagai Pak Broto. Sebagai informasi, di serial Losmen pada tahun 80an lalu, Mathias Muchus juga ikut berperan sebagai Tarjo.

Mathias Muchus mengatakan bahwa dirinya sudah siap lahir dan batin untuk berperan sebagai Pak Broto dalam film Losmen Bu Broto tersebut.

Baca juga: “Tersanjung The Movie” Siap Muncul di Layar Lebar

“Ini tantangan buat saya, artinya mungkin akan saya bisa kuasai, karena selama produksi Losmen, saya dulu dekat dengan keluarga Pak Broto, Bu Broto. Saya sudah siap lahir batin. Ini kayak mimpi jadi kenyataan,” kata Mathias Muchus, Selasa, 27 Oktober 2020.

Kemudian, artis senior Maudy Koesnaedi dipercaya untuk berperan sebagai tokoh Bu Broto. Maudy mengaku merasa senang karena dipercaya untuk berperan sebagai Bu Broto. “Mantap sekali untuk ikut dalam film ini. Gak ada alasan untuk menolak,” ujar Maudy Koesnaedi.

“Jadi senang banget dikasih kesempatan seperti ini. Dan satu hal yang membuat saya lebih tenang, beberapa kali bermain sama Mas Mathias Muchus, Mas Mathias Muchus itu selalu membagun kemistri yang baik dengan lawan main. Saya merasa aman, berharap bisa membangun kemistri yang baik dengan mas Mathias Muchus,” sambung Maudy.

Lebih lanjut, Andi Boediman selaku Produser Eksekutif Ideosource Entertainment, mengungkapkan bahwa sudah waktunya para penonton film dan masyarakat Indonesia, bernostalgia dengan kisah keluarga Bu Broto yang legendaris tersebut.

“Inisiatif datang dari saya, karena saya besar dengan serial ini. Saya menonton ulang episode lama yang sarat pesan dan punya dampak. Ini sulit kita temui di sinetron Indonesia,” ungkap Andi Boediman.

“Wanita biasanya dipandang sebagai tulang rusuk, sedangkan yang menarik dari Losmen Bu Broto adalah peran seorang ibu dan wanita sebagai tulang punggung keluarga, yang bisa menjadi pemimpin dan punya aspirasi. Ini mirip dengan kehidupan pribadi saya dan refleksi dari banyak wanita di Indonesia,” tambah Andi Boediman.

“Tidak sekedar bernostalgia dengan sinetron lama, kita akan menampilkan konflik keluarga di masa sekarang dengan peran wanita yang kuat dan dilema yang dihadapinya. Peran wanita menjadi topik sentral dari Losmen Bu Broto,” jelasnya.

“Hal ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Jadi saya ingin mendedikasikan film ini untuk seluruh wanita Indonesia,” tegas Andi Boediman.



Source link

Leave a Reply