Wali Kota Probolinggo Lapor Penerimaan Hadiah kepada KPK

Wali Kota Probolinggo Lapor Penerimaan Hadiah kepada KPK



Liputan6.com, Jakarta – Untuk mengantisipasi masuk gratifikasi atau tidak,Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai penerimaan sejumlah hadiah. Pemberian hadiah itu saat istri Wali Kota Probolinggo melahirkan anak keempat.

“Sebagai pejabat pemerintahan untuk mengantisipasi itu masuk gratifikasi atau tidak, maka kami menyerahkan ke Inspektorat Pemkot Probolinggo untuk diproses sesuai aturan,” ujar wali kota yang biasa dipanggil Habib Hadi di Kota Probolinggo, Senin, 12 Oktober 2020, seperti dikutip dari Antara.

Hal itu, lanjut dia, sesuai dengan Peraturan Wali Kota Probolinggo Nomor 54 tahun 2016 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Pada pasal 9 menjelaskan, penerimaan gratifikasi bukan suap dan bukan kedinasan adalah pemberian terkait dengan penyelenggaraan pesta pertunangan, pernikahan, kelahiran, aqiqah, baptis, khitanan, potong gigi atau upacara adat/agama lainnya paling banyak Rp1 juta per pemberian per orang dalam setiap kegiatan.

“Setelah menerima pemberian, tidak serta merta saya miliki tanpa ada proses konsultasi ke KPK. Mohon maaf jika ada pemberian tidak langsung saya terima tapi ke Inspektorat dulu,” ujar dia.

Ia membenarkan jika pemberian itu adalah untuk dirinya pribadi atas kelahiran anaknya, tetapi karena jabatan wali kota yang melekat maka tidak bisa dipisahkan dengan kepentingan yang ada.

“Bahkan saat Hari Raya Idul Fitri, saya menyerahkan parsel ke Inspektorat dulu. Saya mohon maaf kepada pemberi hadiah atau parsel, bukannya tidak menghargai, namun itu amanah jabatan khawatir disangkutpautkan,” katanya.

Habib Hadi menyerahkan semua barang pemberian itu kepada Inspektorat untuk dikaji apakah masuk gratifikasi atau tidak sebagai bentuk transparansi keterbukaan untuk menjaga koridor hukum yang ada.



Source link

Leave a Reply