Wagub DKI: Sistem Zonasi Jadi Perhatian Khusus saat PPKM Mikro

Wagub DKI: Sistem Zonasi Jadi Perhatian Khusus saat PPKM Mikro



Liputan6.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan zonasi menjadi perhatian khusus selama penanganan COVID-19 pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Menyusul Pemprov DKI Jakarta melaporkan sebanyak 82 RW di Ibu Kota masuk kategori zona merah.

“Sudah jelas, semua zona merah, oranye, kuning, dan hijau, semua ada tahapannya, ada protapnya, ada prosedurnya, ada semua tahapannya tentu zona-zona seperti itu menjadi perhatian lebih DKI,” kata Riza di Jakarta, Senin, 15 Februari 2021 malam.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Sejumlah langkah demi menekan jumlah zona merah COVID-19 sudah dilakukan. Salah satunya dengan membatasi akses keluar-masuk di perkampungan.

“Kami selama ini bentuk Kampung Siaga, Kampung Aman, Kampung Tangguh di tiap RW. Salah satunya sebelum ada zona merah kami juga sudah membatasi. Jumlah pintu keluar masuk dibatasi,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Tak hanya itu, penambahan fasilitas penunjang seperti wastafel dan disinfektan juga diupayakan. Memudian sosialisasi penerapan protokol kesehatan COVID-19 juga diumumkan khususnya saat menjelang waktu salat.

“Disiapkan wastafel, disinfektan secara rutin dibersihkan, ada patroli, piket, disiapkan tempat tempat lain, pengawasan, ada rapat koordinasi, semua kami berdayakan,” katanya.

Bahkan di masjid-masjid juga diumumkan secara rutin waktu salat. “Waktu salat apapun untuk disosialisasikan berbagai informasi dan protokol kesehatan lainnya,” katanya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.



Source link

Leave a Reply