Universitas Brawijaya Tetap Kuliah Daring Kecuali Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya Tetap Kuliah Daring Kecuali Fakultas Kedokteran


VIVA – Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang, Jawa Timur, tetap memberlakukan kuliah dalam jaringan (daring) alias online pada semester genap 2021. Hanya Fakultas Kedokteran yang menerapkan kuliah luar jaringan (luring) alias offline karena mengharuskan mahasiswanya untuk praktikum.

Rektor Universitas Brawijaya Nuhfil Hanani mengatakan, keputusan kuliah daring merespons kasus COVID-19 yang cenderung naik dalam beberapa waktu terakhir. Untuk Fakultas Kedokteran yang menjalankan luring saat pratikum. Kampus memastikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 harus dijalankan dengan ketat.

“Kita sudah mengambil sikap dan keputusan, indikatornya pandemi selesai atau belum. Fakultas kedokteran yang harus ada praktikum, tidak bisa daring, sehingga perkuliahan dilakukan sistem campuran daring dan luring,” kata Nuhfil, Kamis, 7 Januari 2021.

Baca: Orang Pertama Disuntik, Jokowi Ingin Tunjukan Vaksin COVID-19 Aman

Nuhfil mengatakan, dekan akan mengatur di akhir semester untuk perpaduan kuliah daring dan luring. UB mengistilahkan perpaduan ini sebagai hibrida. Dua metode kuliah ini dijalankan sesuai keputusan dekan di masing-masing Fakultas Kedokteran Hewan, Kedokteran Gigi, dan Pendidikan Kedokteran.

UB menerbitkan Surat Edaran tentang pelaksanaan perkuliahan semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang ditandatangani oleh Rektor UB pada 8 Desember 2020. SE menyatakan bahwa proses perkuliahan dilakukan secara daring.

Proses ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), atau evaluasi pembelajaran lainnya, tak terkecuali ujian tugas akhir (laporan kegiatan, skripsi, tesis, dan disertasi) atau tugas praktikum, dilakukan secara daring. Kuliah kerja lapang atau penelitian atau bentuk kerja lapang lainnya dapat diganti dengan bentuk tugas setara lainnya, kecuali untuk mahasiswa bidang kedokteran dan kesehatan diatur tersendiri dengan kebijakan dekan fakultas terkait.

“Mahasiswa yang melakukan penelitian secara tatap muka ini harus memenuhi persyaratan khusus, salah satunya wajib mendapat persetujuan orang tua atau pun penanggungjawabnya. Selain itu protokol kesehatan dipastikan dilakukan sangat ketat. Sementara fakultas lain selama bisa dilakukan secara daring, ya, harus daring,” katanya. (ase)



Source link

Leave a Reply