Ternyata, 6 dari 10 Anggota DPR adalah Pengusaha

Ternyata, 6 dari 10 Anggota DPR adalah Pengusaha



Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai Indonesia memiliki praktik oligarki yang terlalu berani dan vulgar, terutama dalam konteks kepentingan bisnis.

Hal ini dikarenakan para pengusaha yang dinilai memiliki kepentingan dengan leluasa bisa masuk dan ikut menjadi bagian dalam pengambilan keputusan. Oligarki ini disebut sudah memasuki level yang ekstrim.

“Di Indonesia, mainnya sekarang mulai kasar, dan sudah berubah bentuk menjadi 4.0 (digital),” ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (9/10/2020).

Bhima membandingkan praktik oligarki di Indonesia dengan negara-negara lain. Di Amerika Serikat, misalnya, oligarki dilakukan dengan cara yang lebih halus dan elegan.

Perusahaan besar, lanjut Bhima, seperti Amazon, Facebook, Google dan perusahaan teknologi lain di Silicon Valley melakukan ‘oligarki digital’ dengan membuat yayasan dan tidak terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan pemerintah.

“Mereka melakukan pressure (tekanan) terhadap regulasi, upaya mempengaruhi kebijakan eksekutif dan legislatif dengan cara yang sangat halus,” katanya.

Berbeda dengan kondisi oligarki di Indonesia, dimana para pebisnis diikutsertakan menjadi bagian pemerintah. Bhima mencontohkan kasus Staf Khusus Milenial Presiden yang sempat ramai beberapa waktu lalu dan kaitannya dengan pengadaan kelas di program Kartu Prakerja.

“Di luar negeri, nggak ada yang namanya Jeff Bezos, Mark Zuckerberg jadi stafsus. Mereka justru mencoba jaga jarak dari hal itu, tapi kebijakan harus berpihak ke kepentingan bisnis mereka,” katanya.

“Tapi di Indonesia, ada yang jadi parlemen, stafsus, menteri, itu masih memegang usaha yang berkaitan langsung dengan tupoksinya, ini yang saya kira oligarki di Indonesia sudah mencapai titik ekstrim,” lanjutnya.

Sebagai tambahan, mengutip data Credit Suisse Global Wealth Index, 50 persen kekayaan di Indonesia dikuasai oleh 1 persen orang terkaya. Hal ini dinilai semakin mendukung suburnya praktik oligarki di Indonesia.

“Inggris saja yang jadi negara dengan sejarah kapitalisme, 1 persen orang terkaya hanya menguasai 23,9 persen saja (atas kekayaan secara keseluruhan). Tapi Indonesia ini bahkan sudah ultra liberal capitalism,” tutur Bhima.



Source link

Leave a Reply