Survei Indikator: Publik Tak Setuju Pilpres, Pileg Digelar Serentak dengan Pilkada

Survei Indikator: Publik Tak Setuju Pilpres, Pileg Digelar Serentak dengan Pilkada



Liputan6.com, Jakarta Lembaga Indikator Politik Indonesia hari ini merilis hasil penelitian yang dilakukan 1 sampai 3 Februari 2021, yang salah satunya memuat pandangan publik akan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislastif) diselenggarakan bersamaan dengan Pilkada (Pemilihan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati) pada 2024. Hal ini juga menyusul adanya wacana revisi UU Pemilu.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, mayoritas dari respondennya tak setuju jika Pilpres, Pileg dilaksanakan serentak dengan Pilkada di tahun 2024.

Sebanyak 63,2 persen yang tak setuju, 28,9 persen setuju untuk digelar bersamaan pada 2024, dan yang tak memilih atau tak menjawab ada 7,9 persen.

“Pemilih pada umumnya tidak setuju Pemilu, Pilpres, dan Pilkada dilakukan serentak dalam tahun yang sama pada 2024,” kata Burhanuddin, Senin (8/2/2021).

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Dia menuturkan, hal ini menandakan publik setuju dengan pandangan Demokrat dan PKS yang menginginkan Pilpres serta Pileg tak digelar serentak dengan Pilkada di 2024.

“Sebenarnya argumen beberapa partai, Demokrat dan PKS yang meminta Pilkada, Pilpres tak bersamaan itu mendapat dukungan publik mayoritas,” ungkap Burhanuddin.

Dia menuturkan, salah satu faktor tak setuju digelar serentak adalah tingginya korban jiwa saat perhelataan Pemilu 2019.

“Rakyat umumnya tak bisa memaklumi banyak korban di pihak penyelenggara pemilu serentak 2018 lalu,” kata Burhanuddin.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.



Source link

Leave a Reply