Sebelum Meninggal, Mantan Ketua PARFI Gatot Brajamusti Derita Hipertensi dan Diabetes

Sebelum Meninggal, Mantan Ketua PARFI Gatot Brajamusti Derita Hipertensi dan Diabetes



Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang mengakibatkan angka kesakitan dan kematian serta beban biaya kesehatan. Hipertensi atau tekanan darah tinggi bukanlah kondisi yang bisa disembuhkan. Namun intervensi dengan pola hidup sehat dan konsumsi obat-obatan yang tepat bisa membantu pasien mengendalikan tekanan darah.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan Erwinanto mengatakan, sekali seseorang terkena hipertensi, maka sepanjang hayat akan hidup dengan kondisi tersebut.

“Jadi, hipertensi tidak bisa sembuh, yang bisa adalah terkontrol,” ujar Erwinanto beberapa waktu lalu.

Salah satu yang harus diwaspadai pasien hipertensi adalah munculnya komplikasi. Karenanya penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Sementara, dokter spesialis saraf klinis Amanda Tiksnadi mengungkap, komplikasi hipertensi bisa merusak fungsi dan organ tubuh.

“Hipertensi sendiri saja, secara perlahan tapi pasti, akan menyebabkan komplikasi kerusakan struktural dan fungsional pembuluh darah dan juga organ-organ terminal (mata, otak, jantung, ginjal). Hal ini dikenal dengan istilah Hypertension-Mediated Organ Damage (HMOD),” terang Amanda.

“Adapun beberapa manifestasi klinis HMOD terminal ini antara lain adalah gagal jantung, sindrom koroner akut, stroke, demensia vaskuler atau pikun, gagal ginjal, dan gangguan pengelihatan termasuk kebutaan.”

Para peringatan Hari Hipertensi Dunia tahun ini, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan bahaya hipertensi. Tedros mengatakan, hipertensi merupakan salah satu pembunuh senyap di dunia, dan orang dengan hipertensi berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, kerusakan ginjal, stroke, serta penyakit parah dan kematian akibat COVID-19.

Menurutnya, secara global, 9 dari 10 orang dengan hipertensi tidak mengontrol kondisinya, dan 2 dari 5 orang dengan hipertensi bahkan tidak tahu memiliki kondisi tersebut.

 



Source link

Leave a Reply