Rapid Test Antigen Boleh untuk Diagnosis, Kemenkes Sebut Kasus COVID-19 akan Melonjak

Rapid Test Antigen Boleh untuk Diagnosis, Kemenkes Sebut Kasus COVID-19 akan Melonjak



Untuk mengantisipasi hal itu, Kemenkes menyatakan bahwa isolasi mandiri akan diperkuat, khususnya di dalam keluarga.

“Artinya penerapan PPKM mikro ini akan sangat terintegrasi di mana kita akan punya Pos Tangguh Desa yang akan menjadi pusat pengendalian COVID-19, termasuk juga membantu keluarga yang sedang atau pun anggota keluarganya sedang isolasi mandiri,” kata Siti.

Selain itu, fasilitas pelayanan kesehatan juga akan ditambah, termasuk tempat tidur perawatan baik untuk isolasi maupun ICU.

“Kemungkinan besar kalau kita bisa secara lebih dini (menemukan kasus terkonfirmasi), maka tempat tidur perawatan isolasi yang terpusat kemungkinan harus ditambah jumlahnya,” kata Nadia.

Selain itu, antisipasi juga harus dilakukan pada jumlah tempat tidur untuk kasus-kasus berat dan membutuhkan perawatan intensif.

Kemenkes mengatakan bahwa mereka telah memulai pelatihan terkait penggunaan rapid test antigen untuk diagnosis COVID-19. “Saat ini kita sudah memulai pelatihan, diharapkan setelah pelatihan ini, seluruh puskesmas sudah bisa memulainya, artinya 98 puskesmas,” kata Nadia.

Selain itu, Keputusan Menkes yang sudah dikeluarkan juga bisa menjadi acuan atau petunjuk teknis pelaksanaan di lapangan bagi puskesmas.

“Rapid antigen ini sendiri sebanyak 2 juta sudah tersebar di seluruh provinsi dan kami sedang dalam proses pendistribusian sebanyak 1,7 juta sebagai tambahan pemeriksaan rapid antigen di 98 kabupaten/kota.”



Source link

Leave a Reply