Pilkada 2020, Momentum Kebumen Naik Kelas

Pilkada 2020, Momentum Kebumen Naik Kelas


VIVA – Mendengar nama Kebumen tentu semua orang akan langsung ingat dengan sebuah kalimat “ Wong Ngapak, yen ora Ngapak ora kepenak” iya Kebumen adalah salah satu Kabupaten di provinsi Jawa tengah yang terkenal dengan bahasa ngapaknya seperti Tegal dan Banyumas.

Tapi akhir tahun 2019 Kebumen mungkin mendapatkan mimpi buruk ketika harus menerima kenyataan bahwa Kebumen dinobatkan sebagai Kabupaten paling miskin di Jawa Tengah pada 2019. Penobatan Kebumen tentunya menjadi sebuah kesedihan bagi masyarakat Kebumen tentunya bagi para pemangku kebijakan terlebih bagi pimpinan eksekutifnya.

Saya adalah warga baru di Kebumen yang kebetulan tuhan menakdirkan saya menikah dengan gadis Kebumen, keluarga saya di kebumen dan hampir semua masyarakat di desa tempat saya tinggal tepatnya di desa Ngabean Kecamatan mirit memiliki mata pencaharian sebagai petani, dengan kondisi wilayah pertanian yang begitu luas maka saya sedikit keheranan mengetahui jika Kebumen mendapat peringkat kabupaten termiskin di Jawa Tengah, sebuah predikat yang sangat bertolak belakang dengan kondisi wilayah yang sangat subur gemah ripah loh jinawi, hal ini tentunya menimbulkan beragam pertanyaan baru, apa yang salah dengan Kebumen.

Tahun ini banyak di wilayah negeri ini yang melakukan perhelatan pesta demokrasi yaitu pemilihan kepala daerah dan Kebumen adalah salah satu wilayah yang juga punya hajatan lima tahunan itu yaitu pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kebumen yang saya lihat baliho-baiho di jalan di mana calonnya cuma sepasang.

Terus apa korelasinya ungkapan saya di atas tentang predikat kabupaten termiskin yang disandang Kebumen dengan pesta demokarasi ini, nah disini mari kita garis bawahi bahwa membuat suatu daerah naik kelas dari status miskin menuju daerah yang maju tentunya adalah salah satu tugas utama dar pemimpin suatu daerah.

Kembali lagi ke status Kebumen yang sangat kontras dengan potensi sumberdaya di Kebumen, berdasarkan banyak fakta dilapangan yang ditunjang dengan beragam informasi tentang Kebumen kita dapat menggambarkan bahwa sebenarnya Kebumen adalah Kabupaten yang memiliki keterlimpahan sumber daya.

Kebumen memiliki arti nama Kebumian ini, sebenarnya menyimpan kandungan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup melimpah. Luas area yang diprediksi bisa jadi areal pertambangan ini sangat melimpah.

Saya kutip dari blog dunia tambang yang menyebutkan bahwa dari sejumlah riset dan eksplorasi yang sebelumnya dilakukan, wilayah Kebumen memiliki kandungan mineral logam seperti emas, mangan dan juga pasir besi.

Sementara dari kategori batubara terdapat kandungan dengan jenis serpih bitumen. Sementara kandungan mineral dari kategori bukan logam meliputi, Ca-bentonit, tras, kaolin, fosfat guano, talk, felspar dan asbes. Tak hanya mineral logam dan non logam, terdapat juga kandungan batuan tanah liat, batu gamping, andesit, basalt, gabro, diabas, tanah merah, hingga marmer. Setidaknya ada 20 jenis komoditas tambang yang terkandung di dalam permukaan tanah di wilayah Kebumen.

Di wilayah Pantai Muda dan Tua misalnya, endapannya diketahui mengandung potensi mineral logam pasir besi. Lalu ada juga potensi bijih besi yang singkapan ketebalannya mencapai 50 sentimeter di perselingan batupasir dan breksi vulkanik Formasi Waturanda.

Kandungan ini juga membuktikan wilayah Kebumen memiliki potensi kandungan emas yang cukup melimpah. Sementara untuk kawasan wilayah sekitar Kecamatan Ayah, Rowokele dan Buayan diketahui menyimpan kandungan Mangan yang cukup besar. Batubara juga diketahui ditemukan di wilayah sekitar desa Argosari, tepatnya di sebelah bagian bawah Formasi Kalipucang.

Alam Kebumen juga memiliki panorama yang indah tentunya hal itu bias jadi daya tarik dalam pengembangan pariwisata di Kebumen. Mari kita lihat keindahan “negeri di atas awan” Pentulu Indah hingga ke air terjun Curug Sindaro di Wadasmalang, Karangsambung.

Geopark Karangsambung-Karangbolong akan menjadi magnet yang sangat kuat karena wisatawan dapat melihat bebatuan yang seharusnya ada di dasar laut bisa dilihat di permukaan bumi. Usia bebatuannya pun mencapai lebih dari seratus juta tahun.

Bahkan jenisnya pun beragam dan terlengkap di Asia Tenggara. Kawasan taman bumi di Kebumen ini cukup luas yaitu sekitar 543,5 kilometer persegi yang meliputi 117 desa tersebar di 12 kecamatan di Kebumen, yakni  Kecamatan Karangsambung, Sadang,  Karanggayam, Pejagoan, Sruweng, Karanganyar, Gombong, Sempor, Rowokele,  Kuwarasan, Buayan, dan Kecamatan Ayah.

Sektor pertanian Kabupaten kebumen sangat besar bisa dilihat dari data BPS Kabupaten Kebumen bahwa dari aspek ketersediaan lahan, dari total luas wilayah Kebumen sebesar 128.111 tercatat sekitar 39.748 ha (31,03%) di antaranya berupa lahan sawah dan 88.363 ha (68,97%) lahan kering.

Peruntukan lahan kering terbagi menjadi lahan pertanian sebesar 42.799 ha (48,45%) dan bukan untuk pertanian sebesar 45.544 ha (51,55%). Dari segi potensi komoditi, kebumen adalah wilayah yang tepat sebagai penghasil produk pertanian seperti padi yang hamper menyeluruh ditanam oleh para petani diwilayah tersebut.

Selain padi kebumen juga penghasil Semangka yang banyak di daerah Urut Sewu Kecamatan Mirit, Kacang tanah yang tersebar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen, sedang yang menjadi sentra adalah Kecamatan Puring, Petanahan, Ambal, Mirit, Buluspesantren dan Klirong.

Baru – baru ini banyak petani kebumen yang membudidaya jambu Kristal yang menajdi primadona pasar buah belum lagi tanaman sayuran yang tidak bisa diremehkan potensinya.

Di sektor Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kebumen mempunyai pantai sepanjang 57,55 Km membentang dari Kecamatan Mirit sampai Kecamatan Ayah, mempunyai potensi berbagai jenis ikan dan udang seperti Udang Lobster, Udang Jerbung, Ikan Bawal Putih, Tengiri, Tongkol, Kakap, Layur dan lain-lain.

Produk unggulan hasil perikanan laut adalah Udang Lobster. Belum lagi hasil budidaya perikanan dan udang dimana udang banyak berada dipantai selatan kebumen serta budidaya air tawar seperti sidat dan lele didaerah Ambal dan Mirit.

Daya tarik wisata selain panorama alam adalah industri kerajinan dan kuliner dimana kabupaten kebumen memiliki batik yang memiliki corak khas kebumen sedangkan kuliner khas Kebumen seperti sate ambal, nasi penggel, kopi bambu Yuam Kebumen adalah potensi yang bisa di dongkrak sebagai salah satu pendukung geliat pariwisata di Kebumen.

Apalagi saat ini sudah ada Bandara Internasional Kulon Progro yang berjarak tempuh sekitar 1.5 jam atau 90 menit menuju Kebumen. Tersedianya bandara internasional ini mempermudah akses para wisatawan baik domestik maupun dari mancanegara berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Kebumen. 

Beragam potensi sumberdaya diatas adalah modal bagi kabupaten kebumen untuk naik kelas sehingga predikat sebagai kabupaten termiskin bisa lepas. Semua itu tentunya butuh kerja keras dari semua lapisan masyarakat harus ada kolaborasi bersama menjadikan potensi – potensi diatas sebagai solusi permasalahan pengentasan kemiskinan.

Oleh karena itu pilkada tahun 2020 harus jadi momentum bagi Kebumen untuk naik kelas pemimpin terpiliha harus bisa membawa lari dengan lompatan yang luar biasa agar Kebumen naik kelas. Pilkada bukan hanya menjadi ajang rutin lima tahunan tapi juga harus menjadi ajang menuangkan ide dan gagasan menjadikan kebumen lebih baik.

Pemimpin terpilih harus memiliki konsep yang tepat dalam membawa kebumen lima tahun ke depan serta memiliki komitmen yang kuat membawa Kebumen naik kelas, memang bukan pekerjaan mudah dan butuh kolaborasi yang sinergi antar pemangku kepentingan tapi sebagai pemimpin wilayah harus mampu memenejemen potensi yang ada menjadi sebuah program yang tepat untuk membawa Kebumen naik kelas.

Optimisme menjadikan Kebumen naik kelas dengan melihat potensi yang ada seharusnya menjadi semangat para pemangku kebijakan di Kabupaten Kebumen, diantaranya beberapa langkah bisa dilakukan:

Pertama, inventarisir potensi daerah di mana pemerintah harus memiliki data yang akurat tentang potensi ini sebagai bahan pengambilan kebijakan, pemerintah harus bekerja sama dengan pihak pihak yang berkompeten dalam menginventarisir potensi daerah ini seperti lembaga pendidikan, lembaga masyarakat, NGO, hingga berkolaborasi dengan pemerintah pusat.

Pentingnya data base potensi daerah adalah sebagai dasar pemetaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Kedua, Harmonisasi kebijakan dimana pemimpin terpilih harus bisa dan berani mengharmonisasikan kebijakan yang bisa menarik investasi sebanyak dan seefektif mungkin untuk mendongkrak pembangunan tanpa meninggalkan masyarakat setempat, kebijakan harus membuat investasi tumbuh serta meningkatkan sosial ekonomi masyarakat dan menjaga kelestarian ekosistem.

Selain itu kebijakan yang diambil dalam bentuk regulasi daerah harus harmonis dengan kebijakan pemerintah pusat.

Ketiga, Pembangunan kolaboratif dimana pemimpin terpilih harus mampu menciptakan roadmap pembangunan yang harmonis dan kolaboratif.

Kata kuncinya bahwa pembangunan adalah tanggung jawab bersama jadi pemerintah harus mampu berkolaborasi dengan lembaga pendidikan, lembaga keuangan, lembaga sosial kemasyarakatan, pelaku usaha, praktisi hingga aktivis lingkungan semua harus diajak duduk bersama mendesain konsep pembangunan yang komperehensif. Selain itu harus ada kolaborasi dengan pemerintah pusat seperti kementerian terkait.

Keempat, Pembangunan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat di mana pemerintah menitik beratkan program pembangunan daerah yang mengedepankan upaya konservasi serta pemberdayaan masyarakat. Program pembangunan yang memperhatikan keseimbangan ekosistem serta menempatkan masyarakat sebagai mitra pembangunan bukan sekadar objek pembangunan.

Kelima, Menumbuh kembangkan Usaha mikro, kecil dan menengah serta sektor usaha kreatif. Hal ini sangat perlu dilakukan oleh pemerintah karena pertumbuhan UMKM adalah bukti bahwa industri berbasis masyarakat tumbuh, semakin banyak industri sektor ini maka pembangunan daerah akan lebih komperehensif karena pemerintah bersama masyarakat mewujudkan pemabngunan tersebut. Industri kreatif adalah industri yang sangat tepat diera seperti sekarang ini, diaman dunia semakin masuk pada era digital yang menghilangkan sekat serta jarak. Industri kreatif bisa berkolaborasi dengan UMKM dalam bergerak bersama.

Keenam, Sentra usaha masyarakat mulai dari desa dimana pemerintah harus mampu mendorong masyarakat mulai dari tingkat desa untuk mengembangkan usaha sesuai dengan potensi yang ada. Dimulai dengan penyuluhan dan sosialisasi, pengorganisasian masyarakat hingga pendampingan usaha mulai perencanaan sampai pemasaran produk.

Dalam mewujudkan sentra usaha ini pemerintah bisa menggandeng pihak – pihak lain yang memiliki kopetensi dan konsen pada sektor usaha masyarakat misalnya dalam hal penguatan teknologi dan penjaminan kualitas mutu produk bisa menggandeng perguruan tinggi, untuk permodalan menggandeng lembaga keuangan, sedangkan pemasaran bisa menggandeng perusahaan – perusahaan yang sesuai dengan komoditi masyarakat, bisa juga menggandeng ecommerce untuk marketing daring.

Ketuju, Optimalisasi peran pemuda dimana pemuda adalah lokomotif dari setiap perubahan peradaban, dalam hal pembangunan daerah di Kabupaten Kebumen tentunya mengoptimalkan peran pemuda adalah langkah strategis untuk mendukung pembangunan, seperti mendorong pemuda mengembangkan potensi pertanian, pariwisata, UMKM hingga ekonomi kreatif.

Contoh yang bisa dijalankan seperti mendorong pemuda membangun startup usaha mulai dari distro, café dan resto, pertanian modern, marketing daring produk perikanan, budidaya ikan dengan konsep digital dan masih banyak lagi. Optimalisasi peran pemuda bisa dimulai dengan memanggil putra-putri daerah untuk kembali ke Kebumen membangun Kebumen bersama-sama.

Kebumen dengan potensi yang luar biasa adalah modal yang sangat besar untuk naik kelas dan menghilangkan predikat kabupaten termiskin di Jawa Tengah, dengan kerja sama dan kolaborasi semua pihak yang dimulai dengan visi dan misi pemimpin Kebumen. Mari jadikan pilkada Kebumen sebagai momentum membawa Kebumen naik kelas, dengan kolaborasi dan harmonisasi semua masyarakat Kebumen.

(Penulis: Moh Nur Nawawi, Menantu orang Ngabean Kebumen. Founder Yayasan Suren Untuk Indonesia sebuah yayasan pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi dan pengembangan agribisnis. Staf di Kementerian Kelautan dan Perikanan)

 

 

 



Source link

Leave a Reply