Perjuangan Pendeta Yolanda Layani Jemaat di Perbatasan RI-Filipina Saat Pandemi

Perjuangan Pendeta Yolanda Layani Jemaat di Perbatasan RI-Filipina Saat Pandemi



Yola menuturkan, jemaat sangat antusias untuk kembali beribadah di gereja karena sudah beberapa bulan jemaat harus beribadah di rumah. Namun dalam pelaksanaan ibadah, tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“Pelaksanaan ibadah gereja dibagi dua sesi. Sesi pertama pukul 05.00 Wita, dan sesi kedua pukul 09.00 Wita,” ujarnya.  

Untuk setiap sesi di gereja dihadiri empat kelompok rumah tangga. Demikian juga dengan ibadah di rumah-rumah jemaat, masih tetap dibagi dalam kelompok-kelompok. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya penumpukan massa di suatu tempat.

“Ini langkah yang dilakukan untuk menunjang pemerintah mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Yola yang melayani di Jemaat Germita Sanggaloma Moronge, Wilayah 07 Lirung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut.  

Sejak masih menjadi calon pendeta, Yola sudah melayani jemaat di sana. Banyak suka duka yang dialami, apalagi ketika pandemi Covid-19 mulai mewabah hingga ke wiayah di perbatasan RI-Filipina itu.

“Melayani di masa pandemi ini tentu perlu tenaga ekstra, bahkan kita harus tetap sehat, kuat, dan menjaga imunitas tubuh,” katanya.

Tantangan pelayanan di masa pandemi ini terasa cukup berat, karena dalam situasi ini jemaat harus tetap dirangkul untuk selalu bersekutu dengan Tuhan. Namun semua itu dijalani Yola dengan penuh suka cita.

“Saya yakin ketika Tuhan telah memilih saya melayani di ladangnya, Tuhan pasti akan terus menuntun dan menyertai khususnya dalam pelayanan di masa-masa pandemi ini,” tutur alumni Program Sekolah Pluralisme yang diselenggarakan oleh Sinode Am Gereja (SAG) Sulutteng tahun 2018 ini.

Yola mengatakan, dengan berbagai upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 serta didukung dengan perubahan perilaku masyarakat yang menaati protokol kesehatan, diharapkan wabah ini dapat segera berakhir. Menurutnya, diperlukan kesadaran masyarakat untuk bersama pemerintah memutus mata rantai wabah tersebut.

“Tentu kita semua berharap agar pandemi ini bisa segera berakhir, masyarakat termasuk di Talaud yang menjadi wilayah perbatasan RI-Filipina ini bisa kembali hidup normal,” ujarnya.



Source link

Leave a Reply