Pandemi COVID-19, Trik Mudah Ajari Anak Matematika di Rumah

Pandemi COVID-19, Trik Mudah Ajari Anak Matematika di Rumah


VIVA – Tak dapat dipungkiri, hadirnya pandemi COVID-19 turut membawa tantangan dalam proses belajar dan mengajar, apalagi bagi pelajaran matematika yang dianggap sulit bagi anak-anak. Tak heran, pelajaran angka dan hitung-menghitung ini cenderung tidak disukai, bahkan dibenci oleh sebagian besar anak.

Menurut Edukator dan Fisikawan Yohanes Surya, soal angka di pelajaran ini sebenarnya mudah dipahami jika proses belajar dibentuk dengan meningkatkan suasana hati si kecil. Mungkin, cara ini pun sudah dilakukan Anda sebagai orangtua, sejak masa tumbuh kembang anak.

“Caranya bisa dengan memuji atau menghargai semua jawaban anak. Ini berlaku tidak hanya untuk anak Indonesia Timur saja, tapi semua anak,” kata Yohanes dalam konferensi virtual bertema ‘Hari Guru Nasional 2020, BCA melalui Bakti BCA’, beberapa waktu lalu.

Diakui Yohanes yang juga fisikawan Indonesia ini, penerapan menghargai anak dalam setiap jawaban di proses mengajar matematika telah dilakukan sejak belasan tahun lalu pada anak-anak Papua. Di sisi lain, Yohanes menepis anggapan bahwa anak-anak di sana cenderung tertinggal. Menurutnya, kepintaran anak akan terasah seiring dengan proses belajar yang menyenangkan.

“Contoh permainannya bisa dilakukan dengan menyebut angka 3. Guru hanya mengeluarkan satu jari. Lalu anak diminta melengkapi, berapa jari yang harus dikeluarkan agar jumlahnya menjadi 3? Permainan sederhana itu sudah bisa membuat anak tertawa. Mereka selain bermain juga jadi belajar penjumlahan,” kata Yohanes lagi.

Dengan proses belajar yang lebih ceria dan jauh dari suasana menyeramkan, anak akan mengikuti pembelajaran dengan baik. Saat suasana hatinya membaik, guru dan orangtua bisa mulai memberikan pelajaran dengan level lebih tinggi lagi.

“Anak jadi tidak tertekan. Bila anak pandai berhitung, biasanya ilmu lain akan mengikuti,” kata dia.

Dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional 2020, Bakti BCA akan melakukan webinar edukatif pada 3 Desember 2020 dengan tema ‘Majulah Tenaga Pendidik Indonesia Timur’.

Kegiatan ini targetnya akan diikuti oleh 500 sekolah, 10 ribu guru, serta kepala sekolah dari Kawasan Indonesia Timur. Yohanes Surya akan membawakan tema ‘Transformasi Pendidikan Indonesia Timur’. 



Source link

Leave a Reply