Maju Pilkada Gunungkidul, Martanti Fokus Perkuat UMKM Berbasis Digital

Maju Pilkada Gunungkidul, Martanti Fokus Perkuat UMKM Berbasis Digital



Liputan6.com, Gunungkidul – Kebijakan subsidi bunga sebagai stimulus ekonomi oleh Pemerintah dalam masa Pandemi Covid-19 dinilai tidak berimbas langsung terhadap pemulihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab, masalah mendasar yang dihadapi UMKM adalah ketidaktersediaan modal untuk memulai kembali bisnis mati serta hilangnya akibat penyebaran virus tersebut.

Salah Satu Cawabub Gunungkidul mengungkapkan, pasar menghilang seiring daya beli masyarakat lapisan bawah yang terus merosot akibat pembatasan aktivitas sosial sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Padahal, konsumsi produk-produk UMKM mayoritas berasal dari kalangan masyarakat itu.

“Selama ini bantuan sembilan bahan pokok yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dirasa lebih menguntungkan usaha besar dan agen-agen Pemerintah. Imbas bantuan tersebut pada pemulihan ekonomi sektor mikro tergolong sangat lemah,” kata Martanti

Dia menilai, kebijakan subsidi bunga kepada UMKM hanya akan menguntungkan perbankan. Bantuan sembako berupa produk-produk industri tertentu hanya membesarkan bisnis para produsen besar.

Seharusnya, pemerintah justru memperbanyak program bantuan tunai, sebab dalam praktiknya daya beli masyarakat berpenghasilan rendah akan terdongkrak. Dana tersebut bisa dibelanjakan untuk kebutuhan mereka sehari-hari di warung-warung sekitar yang mayoritas menjajakan aneka produk olahan UMKM.

Martanti khawatir, bila kebijakan subsidi bunga diteruskan maka pemulihan ekonomi akan semakin melambat. Bahkan, sekarang ini Indonesia sudah memasuki masa resesi ekonomi. Kalau itu terjadi maka segala upaya membangkitkan UMKM yang telah susah payah lakukan beberapa waktu ke belakang menjadi seakan tidak berbekas.

Oleh karena itu, Martanti mendorong agar pemerintah dan seluruh regulator di Kabupaten Gunungkidul nantinya bahu-membahu mempersiapkan solusi extra ordinary.

“Jika saya terpilih nanti, saya akan ambil langkah pemulihan ekonomi terutama di sektor UMKM yaitu resetting konsep pembangunan ekonomi rakyat kearah sistem perekonomian yang lebih berkeadilan dan kekeluargaan sebagaimana diamanatkan UUD 1945 pasal 33,” Jelasnya.

Target pembentukan UMKM ini dinilai realistis mengingat banyaknya potensi usaha di bidang ekonomi kreatif di Gunungkidul. Kedepan, pembentukan UMKM bisa memanfaatkan potensi pasar digital yang menunjang eksistensi UMKM baik dalam hal pemasaran dan akses untuk pendanaan.

“Potensi ini yang akan kami maksimalkan untuk mendorong pembentukan 1.000 UMKM baru,” papar Martanti.

Martanti menargetkan 1000 UMKM terbentuk yang mencakup UMKM baru dan penguatan UMKM lama. Nantinya, program ini akan terintegrasi dengan digital. Untuk mendukung program ini, tentu dibutuhkan kesiapan dari pemerintah daerah.

“Kuncinya ada dua, Pertama, prioritas dalam hal pendanaan. Kami komitmen untuk mengawal kemudahan akses UMKM mendapatkan modal berupa kredit lunak. Kedua, menyiapkan infrastruktur digital. Ini juga mencakup kemampuan UMKM mengakses digital dan penyediaan jaringan internet,” jelasnya.

Lebih lanjut, digitalisasi UMKM akan memudahkan pemasaran bekerja sama dengan ritel modern. Pasar digital sangat prospektif dalam hal pemasaran UMKM makanan dan oleh-oleh khas Gunungkidul, nantinya dapat bekerja sama dengan ritel modern.

Berdasarkan data yang diperolehnya, di Kabupaten Gunungkidul ini sebelum terjadi Covid-19 ada sekitar 22.623 unit UMKM. Terdiri dari usaha mikro sebanyak 20.928, usaha kecil 1.664 unit dan usaha menengah ada 31 unit.

”Di masa Pandemi, sebagian UMKM mati total, sebagian lagi bertahan meski dengan susah payah.” ujar Martanti yang dusung Partai Nasdem ini.

Sebagai sosok berlatar belakang pengusaha, Martanti meyakini kemajuan UMKM dapat menopang perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Dengan memanfaatkan potensi digital, UMKM mampu mendukung potensi ekonomi andalan Gunungkidul yakni pariwisata.

“Kalau UMKM di Gunungkidul kembali pulih, saya yakin mampu menopang pariwisata,” pungkasnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.



Source link

Leave a Reply