Mahkamah Agung Putus 20.562 Perkara Selama 2020

Mahkamah Agung Putus 20.562 Perkara Selama 2020



Liputan6.com, Jakarta – Ketua Mahkamah Agung, Muhammad Syarifuddin mengungkapkan MA telah memutus 20.562 perkara sepanjang 2020. Sementara beban perkara yang seharusnya diselesaikan MA adalah 20.761.

Masih ada 199 sisa perkara tahun lalu. Jumlah sisa perkara 2020 lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 217 perkara.

Syarifuddin mengatakan jumlah sisa perkara tersebut merupakan yang terendah sepanjang berdirinya Mahkamah Agung. Padahal, kata dia, jumlah beban perkara pada 2020 merupakan yang terbanyak dari tahun-tahun sebelumnya.

“Beban perkara tahun 2020 totalnya 20.761, yang sudah diselesaikan 20.562. Sisa perkara tahun 2020 adalah yang terendah sepanjang sejarah berdirinya Mahkamah Agung,” kata Syarifuddin saat memaparkan laporan tahunan MA 2020 yang disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (17/2/2021).

Jika dipersentasekan, maka tingkat produktivitas memutus perkara Mahkamah Agung pada 2020 mencapai 99,04 persen. Syarifuddin menyebut, persentase tersebut lebih tinggi dari Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung, yakni sebesar 70 persen. 

Dia pun mengapresiasi kinerja para hakim agung dan seluruh staf Mahkamah Agung lainnya. Terlebih, lanjut dia, jumlah hakim agung pada tahun lalu relatif lebih sedikit.

Selain itu, karena pandemi Covid-19, para staf Mahkamah Agung juga harus bekerja dengan dua metode yakni dari rumah (work from home) dan bekerja dari kantor (work from office).

“Mahkamah Agung tetap mampu memutus perkara dengan jumlah terbanyak sepanjang sejarah tanpa mengurangi kualitas putusan meskipun dalam situasi pandemi yang memberlakukan sistem WFH dan WFO,” ujar Syarifuddin.

 



Source link

Leave a Reply