Laporan 1 Tahun Jokowi-Ma’ruf: Kontraksi Ekonomi Bukan Kartu Mati

Laporan 1 Tahun Jokowi-Ma’ruf: Kontraksi Ekonomi Bukan Kartu Mati



Liputan6.com, Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin genap 1 tahun pada Selasa, 20 Oktober 2020. Berbagai kendala tak terduga harus dihadapi dalam 1 tahun Jokowi Ma’ruf memimpin Indonesia.

Termasuk wabah pandemi Covid-19, yang membuat perekonomian nasional terkontraksi dalam hingga -5,32 persen di kuartal II 2020.

Kendati demikian, Jokowi-Ma’ruf enggan meratapi musibah tersebut. Kedua pasangan termasuk jajaran pemerintahannya pun menyatakan, bahwa kontraksi ekonomi bukan kartu mati.

Dalam laporan tahunan 2020 yang dikeluarkan Kantor Staf Presiden (KSP), Selasa (20/10/2020), ekonomi Indonesia tumbuh negatif pada kuartal II 2020. Namun angka pertumbuhan negatif itu masih jauh lebih baik dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, bahkan di antara negara anggota G-20.

Secara perekonomian, Indonesia berada di peringkat ketiga di bawah China dan Korea Selatan.

Selain pada kontraksi ekonomi, Covid-19 juga disebut telah berdampak pada 3,5 juta pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan. Sementara pengangguran naik menjadi 10,4 juta orang, dan angka kemiskinan meningkat jadi 26,42 juta orang, terutama di perkotaan.

Menindaki situasi ini, Pemerintah Jokowi-Ma’ruf segera mencari obat penangkal berupa adaptasi terhadap kelola neraca. Tata kelola keuangan yang adaptif ini diklaim membawa dampak positif. Dengan cadangan devisa mencapai USD 135,15 miliar per September 2020, yang mampu membiayai impor dan bayar utang luar negeri selama 9,1 bulan.

Rentang waktu ini disebut lebih dari 3 kali lipat di atas standar internasional. Selain itu, cadangan devisa per September 2020 juga lebih tinggi dari di 2019, yang sebesar USD 129,18 miliar.

Pada laporan 1 tahun Jokowi-Ma’ruf ini, KSP mengimbau pemerintah harus tetap mewaspadai cadangan devisa yang dimiliki dengan mempersiapkan potensi di sektor pariwisata. Sebab, angka kunjungan wisatawan pada periode Januari-Agustus 2020 telah turun tajam.

 



Source link

Leave a Reply