Lampu Hijau DKI untuk Resepsi Nikah di Tengah Pandemi Tuai Kontroversi

Lampu Hijau DKI untuk Resepsi Nikah di Tengah Pandemi Tuai Kontroversi



Jakarta

Pemprov DKI Jakarta mengizinkan resepsi pernikahan di tengah Pandemi Corona (COVID-19) digelar di gedung, hotel, maupun rumah. Keputusan ini menuai kontroversi dari kalangan anggota DPRD DKI Jakarta.

Awalnya, Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Bambang Ismadi menuturkan setiap pengelola gedung bisa mengajukan ke Dinas Parekraf untuk mengurus izin menggelar resepsi pernikahan pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi ini.

Bambang menjelaskan, resepsi pernikahan di gedung harus menerapkan kapasitas maksimal 25 persen. Pengelola gedung harus melampirkan proposal protokol kesehatan pencegahan virus Corona (COVID-19).

Sejumlah pengusaha gedung hingga hotel juga mengajukan izin kepada Pemprov. Bambang mengatakan ada 13 pengusaha gedung yang sudah mengajukan izin.

Bambang mengatakan saat ini belum ada izin yang dikeluarkan. Semua proposal pengajuan itu masih menunggu jadwal untuk memberikan presentasi kepada tim gabungan Pemprov DKI Jakarta.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan resepsi pernikahan di rumah juga bisa dilakukan. Syaratnya, mengirimkan proposal ke Pemprov DKI Jakarta untuk mematuhi protokol kesehatan.

Menurut dia, bagi yang hendak menggelar resepsi di rumah bisa mengajukan proposal secara perseorangan sesuai dengan ketentuan.

Menanggapi keputusan itu, anggota Dewan angkat suara. Ada politisi yang mendukung, dan ada pula anggota Dewan yang tidak setuju resepsi pernikahan digelar di masa pandemi ini.

Sejumlah kalangan dari anggota DPRD DKI hingga pakar menyampaikan pendapatnya. Simak penjelasannya lengkapnya di halaman berikutnya.>>>



Source link

Leave a Reply