Lalai Tak Awasi Tukang, Mandor Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung

Lalai Tak Awasi Tukang, Mandor Ikut Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung



Liputan6.com, Jakarta – Kepolisian menetapkan delapan tersangka atas kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung, Sabtu, 22 Agustus lalu. Satu dari delapan tersangka adalah seorang mandor berinsial UAN.

“Terkait 5 tukang yang kita tetapkan tersangka pada hari ini dan ada tambahan 1 mandor yang dipekerjakan oleh staf dari salah satu biro di Kejagung tidak secara resmi. Sehingga seharusnya tukang itu diawasi oleh mandornya,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo, Jumat (23/10/2020).

Sambo menerangkan, pada saat kejadian sang mandor yang seharusnya bertugas mengawasi tidak ada di lokasi. 

“Sehingga mungkin menyebabkan terjadinya kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai yang seharusnya tidak dilakukan tapi dilakukan,” ujar dia.

Dia juga menyebutkan, dari keterangan kelima tersangka yang bekerja di Aula Lantai 6 Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, mereka mengaku saat itu bekerja sambil merokok. 

“Mereka melakukan kegiatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan, yaitu mereka merokok di ruangan tempat bekerja. Di mana pekerjaan tersebut memiliki bahan bahan yang mudah terbakar, seperti tiner, lem aibon, dan beberapa bahan bahan yang mudah terbakar lainnya,” ucap dia.

Padahal, menurut ahli K3 terkait dengan keselamatan kerja, dan biro hukum Kejagung, ada ketentuan-kentuan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar. Antara lain tidak boleh merokok di area tersebut.

“Tapi dilanggar. Ini yang bertanggung jawab terhadap tukang adalah mandornya. Sehingga mandor dan tukang lah yang kita tetapkan sebagai tersangka,” jelasnya. 



Source link

Leave a Reply