Kisah Dokter Slamet Gugur Saat Melawan Wabah Sampar

Kisah Dokter Slamet Gugur Saat Melawan Wabah Sampar


Jakarta

Sudah lebih dari 100 dokter yang gugur dalam perang melawan pandemi Corona di Indonesia. Di zaman kolonial dulu, ada kisah dokter yang gugur saat menangani wabah sampar. Dia adalah Dokter Mas Slamet Atmosoediro.

Atep Kurnia dalam buku ‘Jaman Woneng: Wabah Sampar di Priangan, 1925-1937’ mencatat bahwa Dokter Mas Slamet menjadi korban sampar atau penyakit pes yang mewabah di Bandung dan Garut, khususnya pada 1930. Saat itu, dia dijuluki seorang martir.

“Oleh koleganya dan media sezaman, ia disebut-sebut sebagai martir demi profesinya (het slachtoffer werd van zijn beroep),” tulis Atep Kurnia.

Dokter Slamet diketahui lahir di Lampegan pada 1891 dan lulus dari Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) pada 21 Juni 1916.

Dokter Slamet kemudian diangkat sebagai dokter pribumi (Inlandsch arts) pada Burgerlijken Geneeskundigen Dienst oleh Hoofdinspecteur, Chef van den Burgerlijken Geneeskundigen Dienst pada 1916.

Ia ditempatkan di Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ), Weltevreden, Batavia, atau kini menjadi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Selanjutnya, Dokter Slamet ditugaskan ke beberapa daerah. Hingga akhirnya, dia ditugaskan ke Garut.

“Kemudian pada 1918, Dokter Slamet dialihkan ke Tobelo, Ternate, Maluku, hingga tahun 1921. Sejak 1922, ia dipindahkan lagi ke Weltevreden, Batavia. Kemudian pada 1925, dia mulai bekerja di Garut,” lanjutnya.

Dokter Slamet gugur saat menangani wabah sampar (Dok. KITLV)Dokter Slamet gugur saat menangani wabah sampar. (Dok. KITLV)

Lantas, pada 1927, Dokter Slamet ditugaskan untuk memberantas wabah sampar. Lalu pada 1929, dia diangkat sebagai kepala rumah sakit di Garut (belast met de leiding van ziekenhuis).

Namun, saat bertugas, Dokter Slamet juga ikut terpapar penyakit mematikan ini. Semua berawal dari adanya pasien yang dibawa dari Bandung ke Garut pada awal Mei 1930. Saat itu ada seorang anak yang dibawa oleh orang tuanya dari Bojongloa, Bandung, ke Garut.

Tonton juga ‘Wabah Yang Mengubah Sejarah Indonesia’:

[Gambas:Video 20detik]



Source link

Leave a Reply