Kisah Crazy Rich Malang yang Viral Hadiahi Istri Tower, Dulu Modal Dengkul

Kisah Crazy Rich Malang yang Viral Hadiahi Istri Tower, Dulu Modal Dengkul


Malang

Pasangan suami istri, Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari menjadi sorotan publik di Instagram. Gilang menjadi viral karena memberikan Shandy kado ulang tahun tower mewah di daerah Jakarta Selatan.

Banyak orang menjadi penasaran akan sosok Gilang, pengusaha yang berdomisili di Malang, Jawa Timur itu. Apa usaha yang dilakukan pria tersebut hingga dijuluki crazy rich Malang?

Berbincang dengan Wolipop, Gilang yang kini super tajir menceritakan kisah hidupnya. Dia memulai debutnya sebagai pengusaha dengan menjalankan usaha cuci motor ketika baru masuk kuliah. Usahanya berkembang menjadi jasa cuci mobil. Modal usahanya didapatkan dari hasil menjadi pemandu wisata di bisnis travel orangtuanya. Berkat menjadi pemandu wisata, dia sudah pernah keliling Indonesia dan menjalin relasi dengan para kru bus. Dari situ dia mempelajari tentang bus pariwisata yang menjadi cikal bakal Gilang mendirikan usaha bus pariwisata.

Gilang Widya Pramana dan Shandy PurnamasariGilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari Foto: Instagram @juragan_99

Sedangkan sang istri, Shandy Purnamasari merupakan pengusaha kosmetik dan filantropis. Shandy adalah pendiri MS Glow Beauty, MS Glow Aesthetic Clinic, dan PT. Kosmetika Global Indonesia yang memiliki cabang di Jakarta, Surabaya, Malang, Bandung, Bintaro, Bekasi, dan Bali sejak 2018. Di tengah pandemi COVID-19, Shandy telah menyumbangkan sebesar Rp 2 miliar untuk masyarakat, berupa hand sanitizer, alat pelindung diri masker dan sembako.

Tak Boleh Ada Waktu Terbuang

Gilang Widya Pramana pun membagikan pengalamannya dalam merintis bisnis yang ia geluti. Kata pria 31 tahun itu, bisnis yang dirintisnya dimulai dengan modal dengkul.

“Modalnya modal dengkul. Saya pastikan dari awal kita tidak ada investor. Semuanya modal awal dari nol. Benar-benar dari nol. Dan saya itu mengumpulkan uang. Saya itu sukanya jika mendapatkan uang saya tabung. Makanya begitu uangnya sudah aman dan settle baru saya keluarkan. Untuk membeli super car, bikin bisnis untuk mewujudkan mimpi-mimpi saya ini. Dan membeli tower dan lainnya,” kata Gilang Widya Pramana kepada Wolipop, Rabu (14/10/2020).

Pria yang populer di Instagram dengan nama akun juragan_99 itu memulai bisnisnya dengan membuka usaha cucian motor. Dia belajar benar-benar dari awal bagaimana membuka usaha tersebut.

“Awalnya saya itu belajar dulu bagaimana cara membuka usaha cucian motor, apa saja yang diperlukan. Mesin dan lainnya kisaran modalnya 8-10 juta dan saya kejar. Saya kan kalau Sabtu dan Minggu freelance sebagai pemandu wisata dan bayarannya sekitar Rp 300 ribu. Dan saya kumpulin terus dan setelah cukup baru saya membuka usaha cucian motor dan mobil,” kisahnya.

Ketika usaha cucian motor dan mobil sedang sepi, Gilang pun memutar otak agar tak merugi. Kebetulan katanya, dia punya kenalan yang bisa membuat keset. Dia pun berbisnis keset.

“Saya beli alatnya untuk membuat keset tersebut. Dan karyawan saya yang menganggur karena cucian motor dan mobilnya itu sepi, saya dan karyawan membuat keset. Jadi benar-benar saya tidak mau ada waktu saya yang rugi terbuang. Dan mereka pun saya membayarnya harian dari menjual keset tersebut. Itu sih awalnya,” tambahnya.

Membangun Bisnis dari Mimpi

Menurut Gilang, untuk membangun sebuah bisnis sebaiknya berawal dari mimpi. Baginya karena sebuah mimpi, jadi bebas bisa bermimpi apa saja, asalkan mimpi tersebut jelas.

“Dan saya itu sebenarnya bermimpi nggak muluk-muluk, kepengin mobil Honda Jazz, umrah dan rumah. Mimpinya cuma kecil. Dan saya kejar mimpi itu. Saat sudah terkejar, saya naikkan lagi mimpi saya, saya kepengin punya Ferrari, pabrik, truk dan bis. Lalu saya naikkan lagi mimpi saya, kepengin punya tower. Maka dari itu janganlah takut bermimpi,” ujarnya.

Gilang Widya Pramana dan Shandy PurnamasariCrazy rich Malang Gilang Widya Pramana (Foto: Instagram @juragan_99)

Pria yang lahir di Probolinggo, Jawa Timur itu melanjutkan, ketika sudah tahu mimpi yang ingin dicapai, seseorang harus berpikir bagaimana caranya mewujudkan mimpi tersebut. Baginya cara yang dilakukannya adalah mempunyai usaha atau membangun bisnis.

“Kamu harus punya usaha dan bisnis apa saja dan mempunyai konsep yang bagus. Selanjutnya eksekusi dan membesarkan bisnismu itu dan berbeda dari orang lain,” tambahnya.

Gilang sendiri membangun bisnis bersama istrinya Shandy Purnamasari. Mereka bersama-sama merintis bisnis skincare secara online.

“Orang-orang kan jualnya cream yang nggak ada BPOM. Kita jualnya kan pakai BPOM. Sejak saat itu penjualan kita terus naik pada 2013,” kata Gilang yang bersama istrinya mendirikan merek kecantikan Ms Glow.

Seiring perjalanan waktu, merek kecantikannya itu semaki besar. Saat itu, mereka masih menumpang di pabrik orang lain dalam memproduksi berbagai produk. Gilang pun berpikir untuk mengembangkan lagi bisnisnya.

“Akhirnya saya memutuskan untuk belajar sendiri dan membuat pabrik sendiri. Kita belajar selama tiga tahun, sampai 2017 kita sudah punya pabrik sendiri di Malang,” ungkapnya.

Kini MS Glow yang dirintis Gilang dan Shany memiliki dua pabrik. Selain di Malang, Jawa Timur, ada juga di Cikarang, Jawa Barat. Tak berhenti di situ saja, pada 2017, keduanya membuka klinik kecantikan perdana MS Glow di Malang. Sekarang, klinik kecantikan tersebut sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia.

“Klinik MS Glow sudah ada 11 klinik di Malang, Denpasar, Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Makassar, Bekasi dan Medan. Saat ini MS Glow juga ada project lainnya,” lanjut ayah dua anak itu.

Di penghujung wawancara, Gilang pun memberikan tips bagi generasi milenial yang ingin sukses berbisnis.

“Untuk generasi milenial, terus semangat saja. Dan kalau kita tidak semangat ya tidak akan menemukan jalan. Konsepnya yang saya pegang itu cuman ATM, yaitu apa yang saya lihat amati, tiru dan modifikasi. Saya pelajari kemudian saya konsepin sendiri dan jalankan. Jadi kita harus menchallenge diri kita sendiri jangan pernah diam dan jangan pernah patah semangat. Dan peningkatan setiap tahunnya,” tutupnya.

(dtg/dtg)





Source link

Leave a Reply