Kemenko Marves Dorong Pengelolaan Sampah Sejak Dini dari Rumah 

Kemenko Marves Dorong Pengelolaan Sampah Sejak Dini dari Rumah 



Liputan6.com, Banyuwangi Pemerintah terus berupaya mengantisipasi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah dan limbah yang berasal dari rumah tangga maupun industri. Selain membuat kebijakan tegas terkait sampah dan limbah, pemerintah juga aktif untuk mengedukasi masyarakat. Seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) yang terlibat aktif dalam kegiatan Clean Up di Pantai Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 14 November 2020.

Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah (Kemenko Marves) Rofi Alhanif mengatakan bahwa pengolahan sampah yang baik dan bijak bermula sejak dari rumah dengan cara berpikir yang cerdas. Artinya, harus ada pola pikir yang baik ketika membeli suatu barang apakah akan menghasilkan sampah atau tidak dan ini harus menjadi pertimbangan dasar.

“Persoalan sampah ini memang bukan hanya di sini (Pantai Sampangan), persoalan sampah bermula dari rumah kita, pola hidup kita, cara berpikir kita. Di dalam teori minimal ada 4R pengelolaan sampah yaitu: rethink, reduce, reuse, dan recycle,” kata Asisten Deputi (Asdep) Rofi dalam sambutannya pada kegiatan Clean Up di Pantai Sampangan.

Asdep Rofi mengungkapkan dirinya sudah sejak lama mendengar keberadaan Pantai Sampangan yang ada di Banyuwangi, beberapa waktu lalu sempat ramai dibahas khalayak ramai di sosial media karena kawasan ini penuh dengan sampah plastik.

Ia pun mengaku senang dan terkesan dengan kemajuan pembersihan yang dilakukan masyarakat dan stakeholder terkait yang digagas oleh Badan Pengelolaan Sampah-Go Sampah Sistem (GO-PASS) sehingga nantinya kembali bersih dan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya.

Gerakan Bersih Sampah di Pantai Sampangan

Gerakan bersihkan sampah di Pantai Sampangan oleh masyarakat Kedungrejo dan dibantu komunitas sadar wisata sudah berlangsung sekitar beberapa hari pada pekan ini dan hasilnya sudah bisa dilihat secara nyata. Asdep Rofi menerangkan bahwa kerja konkrit yang dilakukan ini menjadi contoh nyata sebagai kepedulian terhadap lingkungan yang patut dicontoh daerah lain di Indonesia.

Lebih lanjut Asdep Rofi menerangkan bahwa gaung Banyuwangi sebagai salah satu daerah wisata di Indonesia tercipta berkat kinerja pemerintah dan pemangku kepentingan yang menaruh perhatian dan keseriusan pada potensi daerahnya. Namun sampah dan pariwisata dua hal yang tidak dapat dipisahkan atau saling keterkaitan, sehingga harus diperhatikan secara kolektif.

 

 



Source link

Leave a Reply