Jakarta Mulai Vaksinasi COVID-19 Pekan Depan, Begini Mekanismenya

Jakarta Mulai Vaksinasi COVID-19 Pekan Depan, Begini Mekanismenya


VIVA – Program vaksinasi COVID-19 akan segera di mulai pemerintah Indonesia. Khusus di Jakarta, program vaksinasi direncanakan akan dimulai pada pekan depan. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

“Rencana antara minggu kedua dan ketiga bulan Januari 2021,” kata Wagub DKI Riza Patria dalam keterangan resminya.

Dijelaskan Riza, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan 453 fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi COVID- 19 beserta petugas kesehatan dokter, perawat dan bidan sebagai vaksinator. Selain itu, kapasitas penyuntikan 20.473 orang per hari. 

“Sasaran bersifat top down dari pemerintah pusat, dengan memakai berbagai sumber data dari Sistem Informasi SDM Kesehatan (Kemenkes), Disdukcapil, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan,” kata dia.

Lebih lanjut Riza mengatakan, sasaran penerima vaksinasi COVID-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

“Penerima tahap pertama ditujukan kepada tenaga kesehatan, dengan sasaran di DKI sejumlah 119.145,” jelas Riza. 

Riza menjelaskan, para peserta wajib melakukan registrasi dan verifikasi agar mendapat vaksin. Berikut ini mekanisme untuk mendapatkan vaksin COVID-19. 

1. Sasaran penerima vaksinasi akan menerima notifikasi/pemberitahuan melalui SMS Blast dengan ID pengirim: PEDULICOVID, selanjutnya sasaran akan melakukan registrasi ulang untuk memilih tempat serta jadwal layanan melalui SMS 1199, UMB *119#, aplikasi Pedulilindungi, web pedulilindungi.id atau melalui Babinsa/Babinkamtibmas setempat. Layanan SMS dan UMB tidak dikenakan biaya (gratis). 

Sasaran yang tidak memiliki HP akan dikompilasi datanya untuk kemudian dilakukan verifikasi oleh Babinsa/Babinkamtibmas dengan melibatkan Lurah, Kepala Dusun, Ketua RT/RW serta Puskesmas setempat.

2. Registrasi ulang sebagaimana dimaksud poin pertama meliputi juga upaya verifikasi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan oleh sistem untuk mengonfirmasi domisili serta self-screening sederhana terhadap penyakit penyerta yang diderita. 

Sasaran dengan komorbid tertentu tidak dapat diberikan vaksinasi. Verifikasi bagi sasaran yang tidak melakukan registrasi ulang akan dilakukan oleh Babinsa/Babinkamtibmas dengan melibatkan Lurah, Kepala Dusun, Ketua RT/RW serta Puskesmas setempat

3. Setelah sasaran melakukan verifikasi, sasaran memilih lokasi pelaksanaan dan jadwal vaksinasi. Selanjutnya, Sistem Informasi Satu Data Vaksinasi COVID-19 akan mengirimkan tiket elektronik sebagai undangan kepada masing-masing sasaran penerima vaksin COVID-19 yang telah terverifikasi.

4. Pengingat jadwal layanan akan dikirimkan oleh sistem via SMS atau aplikasi Peduli Lindungi kepada sasaran.

Meski vaksin sudah mulai diedarkan, tapi kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan selalu melakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak dan jauhi kerumunan serta Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#satgascovid19
#pakaimasker
#cucitanganpakaisabun
#jagajarak



Source link

Leave a Reply