Ini yang Akan Terjadi Jika Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Ini yang Akan Terjadi Jika Mengonsumsi Makanan Cepat Saji


VIVA – Istilah “makanan cepat saji” atau fast food umumnya mengacu pada makanan yang ingin dikonsumsi orang dengan cepat, baik di dalam maupun di luar tempat. Ada banyak bukti yang telah diteliti dengan baik yang menunjukkan berbagai efek kesehatan negatif dari makan dan makan makanan cepat saji berlebihan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Banyak perusahaan makanan cepat saji sekarang mencantumkan jumlah kalori yang dikandung setiap itemnya. Namun, ini hanya sebagian dari pertimbangan apakah sehat atau tidak. Makanan cepat saji biasanya sangat miskin dalam hal nutrisi. 

Menurut studi di jurnal Health Promotion PerspectivesTrusted Source, makanan cepat saji cenderung mengandung berbagai zat yang umumnya tidak sehat. Ini tinggi gula, garam, dan lemak jenuh atau trans, serta banyak pengawet dan bahan olahan. Ini juga rendah nutrisi bermanfaat.

Tidak semua makanan cepat saji itu buruk, dan seseorang dapat membuat pilihan berdasarkan informasi dengan melakukan penelitian untuk mengetahui kandungan gizi dari makanan cepat saji tertentu, demikian dikutip dari medicalnewstoday

Namun, makanan cepat saji yang lebih sehat pun umumnya tinggi gula, garam, lemak jenuh, dan lemak trans. The Office of Disease Prevention and Health PromotionTrusted Source mencatat bahwa orang biasa di Amerika Serikat mengonsumsi terlalu banyak makanan cepat saji.

Dampak jangka pendek

Makan makanan cepat saji secara teratur dapat menimbulkan berbagai konsekuensi kesehatan.
Karena makanan cepat saji biasanya tinggi gula, garam, dan lemak jenuh atau lemak trans, melihat efek jangka pendek dari nutrisi ini dapat membantu menentukan apa yang terjadi dalam jangka pendek ketika seseorang makan makanan cepat saji.

Hasil penelitian kecil di jurnal Nutrition Research and PracticeTrusted Sources menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan dengan lebih banyak gula sebagai makanan pertama hari itu dapat membuat seseorang merasa lebih lapar pada makanan berikutnya daripada jika mereka makan makanan rendah gula.

Dokter, ahli diet, dan ahli kesehatan lainnya percaya bahwa ini karena makanan manis lebih buruk dalam memberikan rasa kenyang, atau rasa kenyang. Selain itu, makanan tinggi karbohidrat meningkatkan permintaan tubuh akan insulin, yang juga meningkatkan rasa lapar dalam waktu yang lebih singkat setelah makan.

Para ahli percaya bahwa semakin lapar seseorang sebelum makan berikutnya, semakin besar kemungkinan mereka makan lebih banyak kalori daripada yang diperlukan.

Sebuah studi kecil di Journal of HypertensionTrusted Source menemukan bahwa mengonsumsi garam tingkat tinggi dapat berdampak langsung pada berfungsinya pembuluh darah seseorang. Asupan natrium berlebih juga memiliki kaitan dengan retensi cairan.



Source link

Leave a Reply