Indonesia Dianggap Kesulitan Temukan Penyebab Banjir

Indonesia Dianggap Kesulitan Temukan Penyebab Banjir



Liputan6.com, Jakarta – Ketua Harian Dewan Sumber Daya Air (SDA) Nasional, Basuki Hadimuljono mengatakan, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menemukan penyebab banjir di banyak sektor. Selain itu, penanganannya juga belum dilakukan secara efektif.

Hal tersebut disebabkan karena Indonesia masih terjebak bekerja dalam sektoral, dan hanya menangani gejala yang muncul dalam sektor tertentu saja. Akibatnya, kata Basuki, pemerintah masih harus berjuang agar tidak terjadi kegiatan-kegiatan di satu sektor yang tidak sesuai.

Sebagai contoh, kata Basuki, banyak kawasan dilanda banjir pada dasarnya adalah dataran banjir yang seharusnya hanya boleh dikembangkan secara terbatas. Namun ketika kawasan tersebut banjir, penanganannya justru hanya fokus ke satu sektor tertentu bersifat struktural seperti membuat kolam dan pompa.

“Ini pada akhirnya memicu dan mendorong investasi besar-besaran di sektor tersebut, dan ketika syarat batas perencanaannya terlampaui maka terjadi banjir dengan kerugian lebih besar,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut dalam pidato sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Mohammad Zainal, dalam webinar “Kenapa Banjir?” pada Kamis (18/2/2021).

Basuki mengatakan, penanganan banjir secara teknikal memang penting dan perlu, tapi ada banyak keterbatasan. Karena ketika parameter desainnya berubah atau terlampaui, maka jenis penanganannya menjadi sangat rentan.

Ia pun mengimbau kerjasama semua pemangku kepentingan agar penanganan banjir dan risikonya bisa lebih efektif, serta memiliki visi bersama.

“Oleh karena itu, penanganan banjir harus dilakukan secara utuh melalui kegiatan-kegiatan multisektoral yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan visi bersama untuk menyelesaikan masalah secara berkelanjutan,” jelasnya.

 



Source link

Leave a Reply