IHSG Dibuka Memerah, Berpotensi Terjadi Pelemahan Lebih Lanjut

IHSG Dibuka Memerah, Berpotensi Terjadi Pelemahan Lebih Lanjut


VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG memerah di level 5.669 pada pembukaan perdagangan Kamis 26 November 2020. Posisi itu melemah 9 poin atau 0,17 persen dibanding penutupan perdagangan Rabu 25 November 2020 di level 5.679.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, memprediksi, IHSG memiliki potensi untuk mengalami koreksi lanjutan pada perdagangan hari ini.

Baca juga567 ribu Pekerja Siap-siap Ditransfer Subsidi Gaji Termin Dua Tahap V

“Koreksi wajar menjadi faktor utama pelemahan IHSG, setelah mengalami penguatan signifikan di bulan November,” kata Lanjar dalam analisis hariannya, Kamis 26 November 2020.

Sentimen dari potensi pengurangan jadwal libur akhir tahun 2020 yang sedang dievaluasi pemerintah, seakan membuka ruang perdagangan yang lebih panjang di akhir tahun. Sehingga, investor lebih memilih untuk bersikap konservatif.

Secara global, investor menunggu banyak indikator ekonomi yang dapat mendukung penguatan lanjutan aset berisiko. Mereka juga mengambil langkah aman, menjelang banyaknya pengumuman data ekonomi Amerika Serikat seperti misalnya data klaim pengangguran dan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB).

“Sehingga IHSG berpotensi mengalami koreksi lanjutan dengan support-resistance 5.622-5.710,” ujarnya.

Lanjar juga memberikan rekomendasi mengenai saham-saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini, di antaranya yakni ASII, UNVR, KLBF, ERAA, HOKI, ICBP, dan INDF.

Sementara itu, secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji menjelaskan, berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada level 5.621 hingga 5.769.

Berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan overbought atau jenuh beli.

“Terlihat pola long black opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG,” ujarnya. (art)



Source link

Leave a Reply