HEADLINE: Potensi Klaster COVID-19 Saat Liburan Panjang, Bagaimana Antisipasinya?

HEADLINE: Potensi Klaster COVID-19 Saat Liburan Panjang, Bagaimana Antisipasinya?



Pihak Kementerian Dalam Negeri juga ikut mengantisipasi timbulnya klaster COVID-19 dari libur panjang Oktober. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 440/5876/SJ tentang Antisipasi Penyebaran COVID-19 pada Libur dan Cuti Bersama Tahun 2020.

Edaran tersebut ditujukan kepada para kepala daerah gubernur, bupati, wali kota dan memuat imbauan kepada masyarakat untuk menghindari perjalanan di libur panjang dan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan COVID-19.

“Surat edaran ini tolong dapat diterima dan sekaligus diterjemahkan kembali, semua kembali kepada Local Wisdom, karakteristik wilayah masing-masing. Ini silakan mengambil dengan rapat Forkopimda mengambil keputusan,” kata Mendagri dalam keteranganya, Jumat (23/10/2020).

Pemerintah sudah mengimbau masyarakat agar lebih baik berada di rumah. Meski begitu, tidak sedikit masyarakat yang tetap memilih pulang ke kampung halaman atau piknik ke luar kota di libur panjang nanti.

Sementara itu, guna mengantisipasi pergerakan orang dalam jumlah besar di libur panjang Oktober, Kementerian Kesehatan lewat Kantor Kesehatan Pelabuhan di bandara memiliki tugas ekstra untuk melakukan pencegahan COVID-19 dengan pemeriksaan dan pelacakan.

“Upaya lain tentunya kita lakukan contact tracing secara masif, kita bergerak, kemudian dikembangkan dengan digital tracing,” kata Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi.

Masyarakat yang bepergian diimbau menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. “Ini bagian penting dalam rangka kita menjaga keluarga, saudara-saudara, orang-orang dekat kita di saat kita berkontak, sehingga bisa di-tracking, di-tracing dengan baik melalui sistem digital ini.”

Selain itu, Oscar juga mengatakan bahwa Kemenkes melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di daerah-daerah untuk memperketat lokasi-lokasi tempat orang berkerumun di saat libur panjang.

Jawa Tengah juga sudah bersiap menghadapi libur panjang mengingat provinsi ini kerap dikunjungi oleh masyarakat dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Strateteginya dengan membuat Satgas Jogo Tonggo (Bahasa Jawa: Menjaga Tetangga) di tingkat RW dan kelurahan untuk melakukan identifikasi terhadap para pendatang yang baru datang ke wilayah tersebut dan harus menjalani prosedur pemeriksaan.

“Lalu juga nanti kalau diperlukan harus dilakukan karantina, semacam itu. Ini yang kita siapkan,” kata Yulianto Prabowo, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah dalam temu media virtual dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Rabu (21/10/2020).

Jawa Timur juga sudah bersiap, Kepala Dinas Kesehatannya, Herlin Ferliana, terus mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah apabila benar-benar tidak ada keperluan di masa libur panjang.

“Proteksi yang pertama ini adalah mengingatkan masyarakat untuk bisa mengurangi berkerumunan dengan banyak orang, kalau bisa tidak keluar, itu selalu kita sampaikan,” kata Herlin.

Selain itu, Dinkes Jatim juga akan memastikan penerapan protokol kesehatan di tempat-tempat berkumpulnya banyak orang seperti di stasiun dan bandara.

“Yang ketiga, apakah perlu menambah fasilitas? Masih belum perlu. Karena kita lihat data sekarang, tingkat huniannya masih sekitar 40 persen, sudah longgar,” tambahnya.

“Yang ada kita mengingatkan kembali kepada teman-teman di fasyankes supaya bersiap-siap tanpa harus menambah sarana dan prasarana yang ada.”



Source link

Leave a Reply