Fenomena ADE, Guru Besar Unpad: Tidak Ditemukan pada Kandidat Vaksin COVID-19

Fenomena ADE, Guru Besar Unpad: Tidak Ditemukan pada Kandidat Vaksin COVID-19



Selain itu, Kusnandi menuturkan, umumnya reaksi ADE ini sudah bisa dilihat sejak pengembangan vaksin di uji preklinis pada hewan.

“Vaksin SARS-CoV-2 dari Sinovac pada publikasinya di Science sudah menyebutkan bahwa pada uji preklinisnya tidak menemukan kejadian ADE pada hewan yang sudah divaksinasi. Bahkan hewan yang sudah divaksinasi ini mampu bertahan setelah dipaparkan dengan virus SARS-CoV-2,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Selasa, 6 Oktober 2020.

Ia menambahkan, dalam uji klinis sedang dilakukan Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Unpad, hingga kini tidak ditemukan adanya efek samping yang serius yang disebabkan oleh vaksin maupun vaksinasi. Demikian pula pada uji klinis fase 1 dan 2 sebelumnya. Bahkan dalam penelitian Vaksin COVID-19 di dunia, saat ini lebih 140 calon vaksin sudah dibuat. Sebagian diantaranya sudah dalam tahap uji klinis pada manusia.

“Hingga saat ini belum ada bukti terjadinya ADE (pada kandidat vaksin COVID-19). Kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin tetap harus dilakukan,” ujar Kusnandi. 

Dikutip dari laman resmi BPOM pada Selasa (6/10/2020), vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac Life Science China menggunakan teknologi virus tidak aktif.

Sampai dengan September 2020, telah direkrut 1.089 subjek yang telah mendapatkan suntikan pertama dan 457 subjek yang telah mendapatkan suntikan kedua.

“Sejauh ini tidak ada laporan kejadian efek samping dalam uji klinik ini,” kata Kepala BPOM Penny K. Lukito.

 

 

 

 

 



Source link

Leave a Reply