Ekonominya Kinclong, Investasi China ke RI Masih Kalah dari Singapura

Ekonominya Kinclong, Investasi China ke RI Masih Kalah dari Singapura


VIVA – Realisasi investasi negara asing ke Indonesia masih didominasi dari Singapura pada Kuartal III 2020. Padahal, sebagaimana diketahui, di tengah pandemi COVID-19, China merupakan negara yang pulih lebih cepat dari sisi pertumbuhan ekonominya.

Pada Kuartal III 2020 ekonomi China mampu tumbuh ekspansif di level 4,9 persen dari Kuartal II 2020 sebesar 3,2 persen. Sedangkan, Singapura masih di zona resesi dengan kuartal III diperkirakan masih kontraksi hingga minus 7,6 persen.

Baca juga: Urus Dana ke OJK, Dirut Bumiputera Janji Bayar Klaim Pemegang Polis

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM,) Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pada periode itu realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dari Singapura mencapai US$7,2 miliar, tumbuh dari kuartal sebelumnya US$2 miliar.

Sementara itu, posisi kedua dari China sebesar US$3,5 miliar dari sebelumnya pada Kuartal II-2020 di posisi ketiga sebesar US$1,1 miliar. Mereka gantikan posisi Hong Kong yang kini realisasinya hanya US$683,1 juta.

 “Negara [investor] terbesar itu tetap Singapura. Kita tahu semua, Singapura itu hub dari beberapa negara yang melakukan investasinya. Kemudian, Tiongkok sudah melewati Jepang,” tutur Bahlil, Jumat 23 Oktober 2020.  

Posisi ketiga adalah Jepang dengan realisasinya mencapai US$921,3 juta. Dengan datangnya Perdana Menteri Yoshihide Suga ke Indonesia beberapa waktu lalu usai dilantik, Bahlil berharap investor Jepang makin giat masuk.

“Jepang ini mudah-mudahan dengan kehadiran perdana menteri kemarin lebih memacu lagi investasinya karena bagaimana pun Jepang mitra lama dengan pemerintah dan memiliki hubungan historis sebelum kita merdeka,” ucapnya.

Yang lebih menarik lagi, dia melanjutkan posisi ke lima terbesar PMA masuk berasal dari Belanda sebesar US$517,4 juta. Padahal, eropa pada kuartal II ekonominya resesi sampai  minus 11,9 persen dan berlanjut sampai kuartal III.
 
“Ini menarik juga Eropa, sekali pun pertumbuhan ekonomi mereka defisit tapi animo mereka, gairah mereka untuk investasi di Indonesia itu cukup luar biasa. Belanda dijadikan beberapa negara sebagai hub,” lanjut Kepala BKPM. (ren)



Source link

Leave a Reply