Djoko Tjandra Rogoh Kocek Rp 17 M Lebih untuk 2 Jenderal dan Jaksa Pinangki

Djoko Tjandra Rogoh Kocek Rp 17 M Lebih untuk 2 Jenderal dan Jaksa Pinangki



Jakarta

Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra melakukan berbagai upaya demi dapat lolos dari hukuman penjara selama 2 tahun. Setidaknya lebih dari Rp 15 miliar dikeluarkan Djoko Tjandra untuk 2 jenderal polisi dan seorang jaksa.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Djoko Tjandra didakwa memberikan suap ke Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo, dan jaksa Pinangki Sirna Malasari. Total uang yang dikeluarkan lebih dari Rp 15 miliar.

Namun, selain itu, ada sekitar Rp 2,1 miliar yang diberikan Djoko Tjandra ke perantara suap, yaitu Tommy Sumardi. Total keseluruhan uang yang dikeluarkan Djoko Tjandra lebih dari Rp 17 miliar.

Suap ke 2 Jenderal

Djoko Tjandra didakwa memberikan suap ke Irjen Napoleon sebanyak SGD 200 ribu dan USD 270 ribu. Bila dikurskan, SGD 200 ribu sekitar Rp 2,1 miliar, sedangkan USD 270 ribu sekitar Rp 3,9 miliar lebih, sehingga totalnya lebih dari Rp 6 miliar.

“Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra turut serta melakukan dengan Tommy Sumardi yaitu memberi uang sejumlah SGD 200 ribu dan USD 270 ribu kepada Irjen Napoleon Bonaparte selaku Pegawai Negeri dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya selaku Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri,” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020).

Lalu, Djoko Tjandra juga didakwa memberikan suap kepada Brigjen Prasetijo sebesar USD 150 ribu. Bila dikurskan, USD 150 ribu sekitar Rp 2,1 miliar.

“Dan memberi uang sejumlah USD 150 ribu kepada Brigjen Prasetijo Utomo selaku Pegawai Negeri dengan mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukannya selaku Kepala Biro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri,” imbuh jaksa.

Lalu, uang Djoko Tjandra lari ke mana lagi?



Source link

Leave a Reply