Demonstrasi Rusuh, Polisi Nigeria Tembak Pengunjuk Rasa Secara Brutal

Demonstrasi Rusuh, Polisi Nigeria Tembak Pengunjuk Rasa Secara Brutal



Liputan6.com, Lagos – Sejumlah orang yang ikut serta dalam protes terhadap kebrutalan polisi dilaporkan telah ditembak mati dan mengalami luka di kota terbesar Nigeria, Lagos.

Dikutip dari laman BBC, Rabu (21/10/2020) seorang saksi mata mengaku telah menghitung sekitar 20 jenazah dan sedikitnya 50 orang terluka setelah tentara melepaskan tembakan.

Amnesty International mengatakan telah memperoleh laporan kematian yang kredibel. Pihak berwenang telah menjanjikan penyelidikan atas penembakan itu.

Menanggapi penembakan di Lagos, mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton meminta Presiden Nigeria Muhammadu Buhari dan tentara di sana “untuk berhenti membunuh aksi pemrotes”.

Pesepakbola Nigeria Odion Jude Ighalo, yang bermain untuk Manchester United, menuduh pemerintah Nigeria membunuh warganya sendiri.

“Saya malu dengan pemerintah ini,” katanya dalam video yang diposting di Twitter.

Saksi mata berbicara tentang pria berseragam yang melepaskan tembakan di pinggiran kota Lekki di Lagos pada Selasa malam.

Tentara bersenjata terlihat menghalangi lokasi protes beberapa saat sebelum penembakan, lapor koresponden BBC Nigeria Nayeni Jones.

Rekaman media sosial yang disiarkan langsung dari tempat kejadian menunjukkan pengunjuk rasa merawat yang terluka.



Source link

Leave a Reply