Demo Tolak Omnibus Law di Purwokerto Diduga Ditunggangi, ‘Sapa Kuwe’?

Demo Tolak Omnibus Law di Purwokerto Diduga Ditunggangi, ‘Sapa Kuwe’?



“Kami jelaskna SOP yang sudah kami terapkan, apabila ada hal-hal yang tidak berkenan ya kami sampaikan mohon maaf,” kata dia.

Wishnu juga membenarkan ada indikasi aksi Kamis malam ditunggangi pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, ia tak menjelaskan pihak yang diduga menunggangi aksi mahasiswa tersebut.

Memang, massa aksi demonstrasi di Alun-alun Purwokerto tak hanya terdiri dari mahasiswa. Sejumlah kelompok di luar mahasiswa juga ikut berdemonstrasi.

Malam itu, polisi juga sempat menangkap empat peserta aksi untuk dimintai keterangan. Polisi melepas keempatnya setelah meminta keterangan malam itu juga.

“Diamankan bukan ditangkap, kami amankan empat orang. Tidak ada (provokator), karena provokator itu, kalau provokator (berarti) ada rusuh,” kata dia.

Meski begitu, Kapolresta Banyumas dan Rektor UMP sepakat unjuk rasa merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi undang-undang. Wishnu dan Anjar menyatakan tidak berhak melarang mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa.

Rektor UMP, Anjar Nugroho menyatakan bisa memahami tindakan kepolisian. Namun, Anjar meminta polisi menempuh cara yang lebih aman ketika membubarkan aksi mahasiswa.

“Cara yang bisa meminimalisir korban, baik peserta aksi maupun aparat kepolisian,” ujar Anjar.

 



Source link

Leave a Reply