Dari Seks, Ibu, hingga Tuhan

Dari Seks, Ibu, hingga Tuhan


VIVA – Kabar duka menghampiri sepakbola dunia, Rabu kemarin, 25 November 2020. Salah satu legenda sepakbola dunia, Diego Maradona meninggal dunia di usia ke-60 karena terkena serangan jantung.

Saat masih berkarier, mantan pemain bernama lengkap Diego Armando Maradona Franco tersebut secara luas dianggap sebagai salah satu pemain sepakbola terhebat sepanjang masa dan oleh banyak orang sebagai yang terhebat yang pernah ada.

Mantan pemain kelahiran 30 Oktober 1960 ini dikenal dengan visi, passing, kontrol, dan dribling yang dikombinasikan dengan perawakan kecil (1,65 m) yang memungkinkannya bermanuver lebih baik daripada kebanyakan pemain lainnya.

Karena bakatnya yang terlihat sejak belia, Maradona diberi julukan “El Pibe de Oro” (Anak Emas). Nama yang melekat padanya sepanjang karirnya. Namanya pun berkibar seiring suksesnya membawa klubnya dan Timnas Argentina berjaya.

Tidak hanya di dalam lapangan, Maradona juga memiliki kisah yang panjang di luar lapangan. Dari kepeduliannya terhadap kaum papa hingga sejumlah aksi kontroversi. Tak terkecuali perkataannya yang kerap menghiasai halaman depan media.

Seperti dilansir dari Soccer Stories, berikut ini 17 quotes Diego Maradona paling terkenal. Baik tentang perasaannya di dalam lapangan hijau, kerinduannya terhadap ibu, hingga keyakinannya tentang kehadiran Tuhan dalam hidupnya:

“Jika saya mati dan lahir kembali (reinkarnasi), saya ingin tetap menjadi pemain sepakbola. Dan saya ingin tetap menjadi Diego Maradona lagi.”

“Saya adalah pemain yang memberikan kebahagiaan buat semua orang. Dan itu sudah cukup buat saya.”

“(Lionel) Messi mencetak gol dan merayakannya, Cristiano (Ronaldo) mencetak gol dan berpose seperti layaknya di iklan shampo.”

“Anak sah saya cuma Dalma dan Giannina. Sisanya adalah berasal dari uang dan kesalahan yang saya perbuat.”

“Ibu saya selalu berpikir saya adalah yang terbaik. Jadi saya selalu tumbuh dengan keyakinan seperti apa yang ibu saya katakan.”

“Hal yang paling saya sesali adalah saya kini tidak punya orang tua lagi. Saya selalu membuat permohonan, agar bisa satu hari lagi bersama Tota (ibu). Tapi saya tahu bahwa di surga dia bangga padaku dan dia pasti sangat bahagia.”

“Saya benci apapun yang berasal dari Amerika Serikat. Saya sangat membencinya.”

“Tuhan telah mengkarunia saya bisa bermain dengan bagus. Itu sebabnya saya selalu menyilangkan tangan (membuat tanda salib di dada) ketika hendak masuk lapangan. Saya merasa mengkhianatinya jika saya tidak melakukan itu.”

“Saya adalah Maradona. Seseorang yang mencetak banyak gol dan membuat banyak kesalahan. Saya siap menerimanya. Saya memiliki dada yang cukup lapang untuk menghadapi siapapun.”

“Filosofi hidup saya sangat sederhana. Saya akan menghajar orang yang tangannya di atas. Tapi saya akan membantu orang yang tangannya di bawah.”

“Saya hitam atau putih, tidak pernah abu-abu dalam hidup saya.”

“Menonton Messi bermain lebih baik dari seks.”

“Sejauh ini, saya sudah hidup lebih dari 40 tahun. Tapi nilainya sudah seperti 70 tahun. Karena apapun yang saya harapkan, semuanya sudah tercapai.”

“Saya pernah menjadi bagian duel Barcelona vs Real Madrid. Tapi sensasinya berbeda dari Boca vs River. Itu seperti ada api di dada, rasanya seperti tidur bersama Julia Roberts.”

“Tidak peduli apapun yang terjadi, siapapun yang menjadi pelatihnya, semua orang tahu bahwa nomor punggung 10 di Timnas Argentina adalah selalu milik saya. Selamanya.”

“Gol yang saya cetak (ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986) ada sedikit bantuan tangan Tuhan. Tapi sisanya adalah tercipta dari kepala Maradona.”

“Tidak ada lagi perdebatan soal siapa pemain sepakbola terbaik. Dunia sudah melihatnya. Saya atau Pele. Dan semua orang pasti mengatakan saya.”

“Ketika saya mengenakan kostum Timnas, itu seperti melekat di kulit saya. Itulah yang membuat saya siap bertarung hingga akhir.”

“Ketika Tuhan memutuskan ‘inilah saatnya’, maka saya yakin takdir itu akan datang buat kita.”



Source link

Leave a Reply