Beli Vaksin Bisa Pakai Dana Burden Sharing Rp 47 Triliun

Beli Vaksin Bisa Pakai Dana Burden Sharing Rp 47 Triliun



Juru Bicara Vaksinasi PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto, menyatakan pihaknya siap menerima seed vaccine atau bibit vaksin dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Bibit vaksin tersebut akan diserahkan pada Maret 2021 untuk kemudian melalui uji praklinik dan uji klinik, serta diproses untuk perizinan.

Bambang mengatakan, Bio Farma sudah memiliki pengalaman lebih dari 130 tahun di dunia vaksin. Berdasarkan pengalamannya, maka dua hal utama yang harus disiapkan untuk pengujian vaksin ini, yaitu dari sisi Sumber Daya Alam (SDA) dan fasilitas.

Selain itu, Bio Farma pun disebut sudah memiliki pengalaman memproduksi vaksin Hepatitis B berbasis yang sama dengan vaksin merah putih. Vaksin Covid-19 dari Eijkman ini berbasis pada platform protein rekombinan.

“Untuk vaksin merah putih berbasis rekombinan, kami juga sudah punya kompetensi itu. Saat ini Bio Farma juga sudah mengembangkan dan bahkan bisa memproduksi sendiri vaksin Hepatitis B berbasis yang sama, yaitu rekombinan,” ucap Bambang dalam diskusi daring “Vaksinasi Kian Meniti, Indonesia Bebas Pandemi” pada Selasa (9/2/2021).

Menurut dia, prosesnya akan mirip mulai dari hulu ke hilir. Dalam hal ini, termasuk mengenai teknologi dan fasilitas yang digunakan untuk bibit vaksin Covid-19 tersebut.

“Jadi kami 100 persen siap menerima kandidat vaksin dari Eijkman untuk kita lakukan proses lebih lanjut, dan mudah-mudahan bisa segera dilakukan,” katanya.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek, Ali Ghufron Mukti, mengatakan target ketersediaan vaksin merah putih akan berbeda-beda. Hal ini karena pengembangannya dilakukan oleh beberapa pusat dan lembaga, termasuk Eijkman, Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Indonesia.

Sementara Eijkman akan menyerahkan bibit vaksin ke Bio Farma pada Maret, atau paling lambat April 2021, uji klinis Unair ditargetkan akan selesai pada akhir 2021 dan mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM.

“Sehingga akhir 2021 vaksin Unair bisa diproduksi, tapi jumlahnya belum banyak. Itu target untuk Unair,” jelasnya.



Source link

Leave a Reply