AS Jatuhkan Sanksi terhadap Pimpinan Militer

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Pimpinan Militer


Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyetujui perintah eksekutif untuk menjatuhkan sanksi terhadap para pemimpin kudeta Myanmar.

Sanksi dijatuhkan terhadap para pemimpin militer, keluarganya, dan bisnis yang terkait dengan mereka.

Yangon protest against coup - 10 February

EPA
Biden mengatakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa tidak dapat diterima.

AS juga mengambil langkah memblokir akses militer terhadap dana pemerintah Myanmar yang disimpan di AS senilai US$1 miliar atau Rp14 triliun.

Sanksi itu dijatuhkan ketika seorang perempuan yang tertembak di kepala saat berunjuk rasa menentang kudeta meregang nyawa di sebuah rumah sakit di ibu kota Nay Pyi Taw.

Mya Thwe Thwe Khaing terluka pada Selasa (09/02) ketika polisi berupaya membubarkan pengunjuk rasa menggunakan meriam air, peluru karet dan peluru tajam.

Pegiat HAM mengatakan luka yang dialami perempuan itu konsisten dengan luka akibat peluru tajam.

Ribuan ribu orang turun ke jalan berunjuk rasa menentang kudeta pekan lalu, yang menggulingkan Aung San Suu Kyi, pemimpin de facto Myanmar – negara yang juga dikenal sebagai Burma – meskipun larangan kerumunan dan jam malam diterapkan baru-baru ini.

Sejumlah orang dilaporkan mengalami cedera serius imbas dari aksi polisi yang memperkuat penggunaan kekuatannya, namun sejauh ini tak ada korban jiwa.

 

People show the three-finger salute as they rally in a protest against the military coup, 8 February

Reuters

 

 

Apa yang dituntut Biden?

Biden menyerukan agar kudeta dibatalkan dan para pemimpin, termasuk Suu Kyi, dibebaskan.

“Orang-orang Burma membuat suara mereka didengar dan dunia menyaksikan,” ujar Biden, seraya berjanji untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.

“Seiring unjuk rasa yang terus meluas, kekerasan terhadap mereka yang menggunakan hak demokratis mereka tidak dapat diterima, dan kami terus menyerukannya,” tambah Biden.

 

Ambulance volunteers protest in Yangon

EPA
Pekerja ambulans termasuk di antara kelompok yang telah bergabung dalam protes.

Lihat artikel asli