211 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke 5.139,05

211 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke 5.139,05



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan awal pekan ini. Sepanjang perdagangan, IHSG berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Senin(2/11/2020), IHSG ditutup turun 13,09 poin atau 0,26 persen ke posisi 5.115,12. Sementara, indeks saham LQ45 juga melemah 0,24 persen ke posisi 788,60.

 

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.130,68 dan terendah 5.073,50.

Pada sesi penutupan pedagangan, 295 saham melemah sehingga membawa IHSG di zona merah. Sedangkan 134 saham menghijau dan 164 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham normal. Total frekuensi perdagangan saham 786.414 kali dengan volume perdagangan 11,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,6 triliun.

Investor asing jual saham Rp 528,83 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.647.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, hanya tiga sektor yang menguat yaitu pertambangan melonjak 0,71 persen, keuangan naik 0,69 persen dan perdagangan menguat 0,16 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor perkebunan yang anjlok 2,30 persen. Kemudian disusul sektor konstruksi turun 1,68 persen dan sektor infrastruktut melemah 1,46 persen.

Saham yang menguat antara lain DKFT yang naik 34,55 persen ke Rp 148 per lembar saham. Kemudian WICO yang naik 19,88 persen ke Rp 585 per lembar saham dan PBSA yang yang naik 18,33 persen ke Rp 710 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain PLAN yang melemah 7,58 persen ke Rp 244 per lembar saham. Kemudian SGRO turun 6,99 persen ke Rp 1.330 per lembar saham dan MASA turun 6,98 persen ke Rp 600 per lembar saham.



Source link

Leave a Reply