You are currently viewing 2 Pendaki Minta Maaf dan Ungkap Alasan Berfoto Bugil di Gunung Gede

2 Pendaki Minta Maaf dan Ungkap Alasan Berfoto Bugil di Gunung Gede



Liputan6.com, Jakarta –  Usai ditutup sementara akibat pandemi corona Covid-19, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, sudah membuka izin pendakian secara resmi sejak 21 Oktober 2020. Sayangnya, terjadi peristiwa kurang terpuji yang dilakukan oleh dua orang pendaki pria.

Balai Besar TNGGP diresahkan oleh foto dua pendaki bugil di kawasan Alun-Alun Suryakancana, Gunung Gede yang sempat viral di media sosial.  Terkait hal ini seperti dikutip dari laman Antaranews, Sabtu, 24 Oktober 2020, Polres Cianjur, Jawa Barat, akan memburu pemilik akun dan memprosesnya secara hukum karena dinilai telah meresahkan warga.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai mengatakan, meski belum mendapat laporan atas aksi pornografi tersebut, pihaknya dapat memproses pelaku yang membuat foto bugil karena bukan delik aduan.

Sementara dua pendaki gunung yang nekat melakukan foto bugil tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. Keduanya mengaku berpose telanjang untuk keperluan riset.

Permintaan maaf disampaikan pendaki bernama Eyi dan Bondan Ramadhani melalui video di media sosial. Pernyataan keduanya ikut dibagikan ulang oleh akun Instagram @prau_mountain pada 23 Oktober 2020.

Dalam video berdurasi sekitar dua menit itu, Eyi dan Bondan Ramadhani berpose bugil untuk kepentingan dokumen riset. Mereka diketahui sebagai mahasiswa seni di salah satu universitas di Jakarta.

Halo saya Eyi dan Bondan Ramadhani. Kami berdua ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua teman-teman. Yang kurang berkenan dan tidak menyukai postingan kami di Instagram pribadi milik kami, khususnya untuk masyarakat Jawa Barat dan juga teman-teman pendaki gunung Indonesia,” ucap mereka dalam potongan video tersebut.

Kami juga ingin klarifikasi terhadap foto yang kami unggah di sosial media. Foto itu adalah bagian dari riset kami, riset artistik yang bertema fast fashion yang menuju kepada nudism. Kali ini tubuh sebagai ekspresi, manifestasi prima pure manusia. Juga imaji tubuh telanjang bisa digunakan sebagai protes advokasi,” sambung keduanya.



Source link

Leave a Reply