17 Penyebab Jerawat, Gejala, dan Pengobatannya

17 Penyebab Jerawat, Gejala, dan Pengobatannya


Liputan6.com, Jakarta Jerawat merupakan gangguan kulit yang pada umumnya dipengaruhi oleh produksi minyak berlebih. Kondisi kulit yang berjerawat biasanya akan mengalami peradangan dan penyumbatan. Hingga dampaknya dapat memicu timbulnya benjolan kecil berisi nanah. Tentu produksi minyak, peradangan, dan penyumbatan kulit tak terjadi begitu saja, karena ada penyebab jerawat yang mendasarinya.

Penyebab jerawat tak hanya berhubungan dengan kebiasaan buruk. Jerawat dipengaruhi juga dengan kondisi medis, genetika, hormon, dan masih banyak lagi lainnya. Hal inilah yang menjadikan pria lebih rentan berjerawat daripada wanita patut dipercaya. Begitu juga usia remaja lebih rentan karena memiliki hormon yang belum stabil seperti orang dewasa.

Meski sebenarnya jerawat bukan penyakit berbahaya, tetapi keberadaannya sangatlah mengganggu estetika wajah. Sementara ketika sudah meradang parah akan sangat menyakitkan dan nyeri luar biasa. Di sinilah pentingnya mengetahui dan memahami penyebab jerawat. Tentu saja agar bisa terhindar tanpa perlu mengobatinya.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab jerawat, gejala, dan pengobatannya dari berbagai sumber, Minggu (11/10/2020).

Penyebab Jerawat

Ilustrasi jerawat | Pixabay
Ilustrasi jerawat | Pixabay

Memegang Jerawat

Orang dengan jerawat kerap merasa tidak nyaman dengan keberadannya. Kondisi ini membuat sebagian orang sering menyentuh jerawat yang ada di wajah. Padahal, tanpa disadari sepanjang hari tangan bersentuhan dengan ribuan bakteri dan tidak bisa mencuci tangan setiap saat.

Tangan kotor yang menyentuh wajah terutama jerawat, akan mentransfer bakteri, minyak, dan partikel kotoran ke wajah, sehingga jerawat akan muncul lebih banyak.

Makeup Salah

Jenis kulit wajah setiap orang berbeda-beda, mulai kering, berminyak, lembap, sensitif, dan lain sebagainya. Pemilihan jenis makeup yang sesuai dengan jenis kulit akan memperkecil risiko jerawat semakin parah.

Kebalikannya, penggunaan produk makeup yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah justru akan memperparah kondisi jerawat. Untuk itu, penting mengenali jenis kulit agar tak salah memilih produk makeup.

Handuk Kotor

Setelah mandi dan cuci muka, kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah mengeringkan wajah dengan handuk yang sudah dipakai sebelumnya. Hindari kebiasaan buruk tersebut dengan memisahkan handuk wajah dengan handuk badan. Hal ini berguna agar wajahmu tetap bersih dan tidak membuat jerawat makin banyak.

Penyebab Jerawat

Ilustrasi Kulit Berjerawat | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Kulit Berjerawat | Credit: pexels.com/pixabay

Jarang Keramas

Jarang keramas merupakan salah satu kebiasaan buruk yang dapat membuat jerawat makin banyak. Jangan sampai melewatkan keramas, terutama bagi kamu yang memiliki rambut berminyak.

Sebab minyak pada kulit rambut dapat meresap ke wajah, sehingga membuat jerawat semakin banyak. Usahakan kamu mencuci rambut setiap hari untuk mencegah kelebihan minyak pada wajah, terumata pada bagian dahi.

Wajah Berkeringat Dibersihkan

Ada beragam aktivitas yang membuat kamu memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya. Bukan hanya tubuh, wajah sering kali juga berkeringat. Ketika wajah berkeringar, pastikan kamu tidak membiarkan keringat begitu saja. Terlebih bagi kamu yang sedang berjerawat. Keringat yang mengering di wajah akan membuat jerawat semakin banyak.

Kasar Mencuci Wajah

Kebiasaanmu bersemangat ingin menghilangkan jerawat di wajah, membuatmu sering mencuci wajah secara kasar. Padahal menggosok kulit wajahmu dengan keras bisa menyebabkan iritasi yang signifikan dan dapat memperburuk wajah yang berjerawat.

Sering Mencuci Wajah

Mencuci wajah dengan sabun pembersih merupakan salah satu cara untuk membersihkannya secara maksimal. Tak jarang orang kerap membersihkan wajah terlalu sering untuk menghilangkan jerawat.

Namun, kebiasaan terlalu sering mencuci wajah dengan sabun pembersih terlalu sering justru dapat memperburuk jerawat yang sudah ada. Sebaiknya kamu mencuci wajah tidak lebih dari tiga kali dalam sehari. Waktu yang baik untuk mencuci wajah adalah pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

Penyebab Jerawat

Ilustrasi Jerawat | Credit: pexels.com/pixabay
cosmetology-skincare_176420-14048.jpg

Memencet Jerawat

Apabila wajah muncul jerawat, hindari kebiasaan memencet untuk menghilangkannya. Kebiasaan ini dapat menyebabkan peningkatan kemerahan karena mengeluarkan nanah lebih dalam pada wajah. Jauhkan kebiasaan buruk ini. Pastikan jauhkan tangan kotormu dari wajah berjerawat.

Stres

Penyebab jerawat muncul meski sudah dewasa yang pertama adalah karena stres. Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa stres telah menjadi salah satu masalah yang kerap kali menimpa orang dewasa dengan segala masalahnya.

Ada hubungan antara stres serta munculnya serangan jerawat. Ketika stres, tubuh akan memproduksi hormon androgen yang memicu kelenjar minyak dan folikel rambut sehingga menyebabkan munculnya jerawat.

Keturunan

Penyebab jerawat muncul meski sudah dewasa berikutnya adalah riwayat keluarga. Jika kamu memiliki keluarga yang membawa gen mudah terkena jerawat, kemungkinan besar kamu pun akan mengalami adult-onset acne.

Mengoleskan Krim Jerawat

Ketika ada jerawat di wajah, sebagian orang kerap ingin menghilangkannya dengan mengoleskan krim khusus. Ada yang berpikiran bahwa dengan hanya mengoleskan krim atau obat anti-jerawat pada bagian jerawatnya saja akan menghilangkannya dengan maksimal.

Namun, ternyata cara tersebut adalah kesalahan. Untuk mencegah jerawat menyebar, alangkah baiknya kamu mengikuti pola saat mengoleskan krim anti jerawat. Pola mengoleskan krim pada wajah gunakan telunjuk membuat lingkaran pada mata, untuk wajah kamu bisa melakukan gerakan ke atas melawan gravitasi, jangan tarik wajahmu ke bawah.

Penyebab Jerawat

Ilustrasi berjerawat | (Sumber foto: boldsky)
Ilustrasi berjerawat | (Sumber foto: boldsky)

Hormon

Penyebab jerawat muncul meski sudah dewasa satu ini terutama didapatkan pada wanita yang dalam kondisi hormon naik-turun. Misalnya, wanita yang sedang menstruasi, sebelum hamil, sebelum menopause dan saat menopause, serta setelah memulai atau berhenti menggunakan pil KB.

Produk Rambut dan Kulit

Produk rambut dan kulit yang kamu gunakan sehari-hari juga dapat menjadi salah satu penyebab jerawat muncul meski sudah dewasa.

Jika kamu mengalami adult-onset acne, pastikan terdapat beberapa keterangan seperti non-komedogenik, non-acnegenic, oil free (bebas minyak), dan tidak akan menyumbat pori-pori, terutama pada produk pelembap, pembersih, serta tabir surya. Tujuannya untuk menurunkan kesempatan jerawat muncul.

Konsumsi Obat

Jika kamu mencurigai salah satu obat yang kamu konsumsi secara rutin menyebabkan timbulnya jerawat, konsultasikan kepada dokter yang memberikan obat tersebut.

Selanjutnya, kamu dapat berkonsultasi kepada dokter kulit bagaimana menangani jerawat yang kamu alami karena obat tersebut.

Penyebab Jerawat

Ilustrasi Wajah Berjerawat | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Wajah Berjerawat | Credit: pexels.com/pixabay

Tidak Mencuci Wajah

Kebiasaan buruk penyebab jerawat makin banyak pertama adalah tidak mencuci wajah dengan bersih. Wajah dengan makeup perlu dibersihkan ketika kamu sudah selesai dengan aktivitas mu.

Pastikan kamu selalu membersihkan wajah setelah beraktivitas atau mengenakan makeup pada wajah. Bersihkan wajah secara maksimal. Kamu bisa menghilangkan riasan di wajah terlebih dahulu untuk menghilangkan makeup, lalu mencuci wajah dengan sabun wajah yang cocok untuk mengangkat kotoran-kotoran yang masih menempel.

Menggunakan Ponsel Kotor

Kebiasaan buruk penyebab jerawat lainnya adalah menggunakan ponsel yang kotor. Ponsel yang baru selesai dipakai menelepon akan terkena minyak dan keringat. Apalagi jika tekanan pada pipi kemudian memicu jerawat pecah.

Jika kotoran tersebut tidak dibersihkan sebelum digunakan kembali, maka kotoran beserta bakteri yang sudah berkembang biak dapat kembali ke wajah. Jangan malas membersihkan layar ponsel dan disarankan menggunakan ear phone saat menelepon untuk menghindari jerawat muncul.

Rambut Menempel di Wajah

Penting untuk menjaga agar tidak ada hairspray, gel, minyak rambut, atau produk rambut lainnya di wajah. Keberadaan produk rambut tersebut dapat menyumbat pori-pori wajah yang bisa menyebabkan jerawat.

Tutupi wajah kamu saat mengaplikasikan produk-produk rambut ini. Selain itu, cuci rambut dengan teratur dan hindari penggunaan produk rambut yang banyak mengandung minyak.

Gejala dan Pengobatan Jerawat

Ilustrasi Jerawat | Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Jerawat | Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Gejala Jerawat

Pada dasarnya jerawat memiliki gejala yang cukup umum, yaitu benjolan kecil (papul) yang muncul di atas kulit. Benjolan tersebut biasanya berwarna kemerahan atau kuning (karena mengandung nanah).

Selain itu, ada beberapa tanda lainnya dari jerawat. Seperti sensasi panas/ terbakar akibat adanya peradangan dan timbulnya rasa gatal. Selain itu juga ada juga gejala khas jerawat berupa komedo.

Komedo merupakan benjolan-benjolan kecil yang mengandung sumbatan sebum. Bila berwarna hitam disebut komedo hitam (blackheads). Sedangkan yang berwarna putih disebut komedo putih (whiteheads). Komedo putih berada di lokasi yang lebih dalam dari komedo hitam.

Pengobatan Jerawat

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat harus disesuaikan dengan tingkat keparahan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu dengan cara:

1. Mengurangi produksi minyak

2. Melawan infeksi bakteri

3. Mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan.

4. Obat mengandung sulfur, resorcinol atau asam salisilat

5. Antibiotik

Selain itu juga bisa dengan menggunakan Isotretinoin. Namun penggunaannya memerlukan pengawasan dari dokter, karena dapat menimbulkan efek samping yang buruk. Selain itu, wanita hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi isotretinoin, karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

Tindakan lain yang bisa dilakukan untuk mencegah jerawat agar tidak berulang adalah:

1. Menjaga kebersihan wajah. Pastikan Anda membersihkan wajah dua kali dalam sehari. Tujuannya adalah untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan minyak yang berlebihan di permukaan kulit. Ingatlah untuk selalu membersihkan wajah usai mengenakan kosmetik.

2. Hindari menggosok wajah dengan menggunakan kain atau sarung tangan dengan permukaan kasar. Usap wajah Anda dengan menggunakan tangan secara perlahan.

3. Gunakan pelembab yang non-comedogenic yang tidak dapat menyebabkan jerawat. Pilihlah pelembab sesuai dengan jenis kulit Anda.

4. Pilihlah kosmetik yang non-comedogenic yang sifatnya tidak menutup pori-pori di kulit. Dengan demikian Andaakan terhindar dari masalah jerawat setelah pemakaian kosmetik.

5. Bersihkan peralatan kosmetik Anda dengan menggunakan sabun dan air hangat secara rutin.

6. Segera mandi setelah beraktivitas. Keringat dan minyak berlebih di wajah dapat memicu terjadi jerawat.

7. Hindari memencet dan memegang jerawat terlalu sering. Hal ini dapat memicu jerawat bertambah banyak.

 



Source link

Leave a Reply